Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Catatan pribadi

Berproses

Dulu aku selalu membayangkan bahwa ketika aku dewasa sekarang aku ingin menjadi hebat, bermanfaat dan berdampak besar. Seperti aku harus menemukan sesuatu yg bermanfaat atau jadi founder sesuatu yg berdampak besar gitu. Tapi semua itu tidak terjadi di masa dewasaku. Lalu darimana datangnya kepercayaan diri yang tinggi itu? Aku teralu mudah kagum dan banyak terinspirasi sama banyak orang yg berdampak besar, dan dengan pedenya aku merasa aku bisa. Nyatanya? Begitulah yang terjadi jika mimpi besar tidak disertai dengan tindakan, bercampur rasa kepedean yg tinggi agak sedikit sombong dihati. Bukan mimpi tapi angan angan kosong. Setelah kudalami diriku. Ternyata aku tak perlu muluk harus berdampak besar seperti mereka. Mereka mungkin memang bisa, tapi jika tak bisa. Tak perlu mengukur diri dengan orang lain. Ukurlah diri sendiri dari masa lalu. Berusaha jadi the best of me dan tak perlu ngoyo. Terima diri apa adanya dan banyak belajar. Minimal harus berdampak bagi diri sendiri deng...

Sabar, satu per satu

Sering kali bertemu pada situasi Dimana pekerjaan terlalu banyak untuk dikerjakan Ketika waktu bekejaran Menuntut agar kerjaan segera beres Aku selalu inget pesan dalam buku #nkcti Sabar, satu per satu Sebanyak apapun pekerjaan yg harus diselesaikan, pokoknya kerjain aaja dulu yg bisa dikerjain. Kalau uda selesai lanjut kerjain yg lain. Sibuk bergerak, lalu selesailah semua @ayufialfarisi Minggu, 10 November 2019 Bogor, 21 : 47

After getting married

Anything changes? Yes. Before getting married I never feel so obsessed to listening ustad or kajian or something like that. I thought I was bit lazy to improve my knowledge of my religion. I was not too interesting on such thing even though I still came when there was invitation for me to come. But I never felt like I really want to come and listen the material. After getting married and moved to Jakarta my hubby always asked me to listen kajian in Sunda kelapa mosque every Sunday morning. I like that place in very first time I come there. I really enjoy listening the ustad who usually I only see on tv. And there is a reason why the ustad very famous, what he said was clear and understandable, easy to absorbe the material. In short, I like listening kajian after that. I feel I was so foolish, there are a lot of things of islam that I dont know. Now, I move to different place. I m not in jakarta anymore. Eventhought I can't come to listen any kajian directly, I still can li...

Ketinggalan Kereta

“Strength grows when you think you can’t go but you keep going” (unknown), mbak Dewi mengutip kalimat itu dalam tulisannya yang berjudul We are strong for a reason. Entah kenapa, kalimat itu terngiang-ngiang terus dikepalaku, dan menguatkanku untuk tetap kuat menjadi seorang ibu. Seorang ibu itu harus kuat, because a mother is irreplaceable. https://phinemo.com/wp-content/uploads/2017/04/kereta-1.jpg Sebenarnya bukan itu yang ingian aku ceritakan. Tapi, masih ada hubungannya dengan kalimat di atas. Minggu kemarin, kita bertiga (aku, suami dan si dedek) harus balik ke Jakarta. Setelah hampir 1 bulan mudik, akhirnya dijemput sang ayah yang gak kuat hidup sendirian (wkwk) Kereta berangkat dari stasiun Tawang pukul 16.50, tapi kita baru nyampe stasiun pukul 17.10. Alhasil kita ketinggalan kereta. Nyampe stasiun, kita langsung ke loket, tanya barang kali ada tiket buat hari ini. Kita harus pergi harii itu juga, karena Senin sang Ayah harus kerja. Ternyata buat tiket kereta...

Selamat Datang 2019

2018 terasa kosong 2018 terasa hampa Tak ada pencapaian Karena tak ada yg ingin dicapai Tak seru Tak ada gairah Terasa flat Maka di tahun 2019 ini Harus punya target Harus punya keinginan kuat Terutama dalam hal ibadah Rumah di dunia ada Tapi merobohkan tempat tinggal di akhirat sana Padahal disanalah asal kita Kembali padanya Maka tak akan ada rasa kecewa Ibadah terasa biasa saja Karena tak ada cita cita Hanya Dia Yang bisa mencipta bahagia Hanya Dia yang bisa menghapus segala duka Mencegah semua bencana 2019 stop ghibah Perbanyak ibadah 2019 banyak senyum Kurangi manyun 2019 fokus usaha Hindari foya foya 2019 perbanyak baca Kurangi nonton drama 2019 harus lebih baiqq

No tittle midnight talk : building love

Hi midnight it is me again. There is nothing special I want to tell you tonight. I just find a way of happiness. I have just realized that writing make me happy. It release my tiring day, and become my secret escape. A song says that love should be made or created or built by people. Building love is better than falling in love. Creating love makes the love has a meaning and goal. That is the song trying to tell. I agree. As you know, recently I think I am trying to build love. I m trying to love cat. I hate cat and deadfully afraid of cat, but now I should take care three kitten. They are still baby. Someone kidnaped them from their mummy after they were born( I think), then threw them in front of our place. A motorcycle almost made them flash. They looked so terrible and they meow meow every time. I thought they were shocked, scared, and starving. So, I took them and placed them in a box. That was not my intention to take them. But I feel pity and they are a creature...

Ibu rumah tangga yang riweh

Beberapa malam ini tak bisa tidur dengan nyenyak. Baru bisa terlelap setelah pukul 3 pagi. Setelah itu pukul 5 harus bangun dan sholat subuh. Setelah subuh pun tak bisa tidur lagi karena tak terbiasa tidur setelah subuh terlebih lagi itu dilarang oleh nabi. Siangnya, tak bisa tidur siang meskipun tak diganggu sama baby. Misalnya bisa tidur pas baby tidur. Namun problemnya adalah ketika badan udah pengen banget tidur, tapi pikiran tertuju pada kerjaan rumah tangga yang belum selesai, yang bisa dikerjakan ketika baby tidur. Pada akhirnya tak jadi tidur karena mata sulit terpejam karena pikirannya tak bisa diajak kerja sama. Lalu, dikerjakanlah pekerjaan itu secepat mungkin, sebelum si baby bangun. Begitu selesai, kantuk plus capek sudah menumpuk, si kecil bangun. Tidur siang pun menjadi mitos. Begitulah dilema ibu rumah tangga yang punya anak kecil. Tak bisa dianggap enteng. Dan anehnya saya pun gak bisa tidut karena kepikiran si developer bangun dapurnya ketinggian buat say...

PROSES

Malu sebenarnya ketika aku ingat masa laluku. Kenapa dulu aku begini dan begitu. Begitu banyak penyesalan terhadap masa lalu yang sia-sia. Sekarang, apalah gunanya menyesal? Meski datang, tapi menyesal tak ada gunanya. Waktu tak bisa lagi terulang. Namun, aku menyadari bahwa semua yang aku lakukan di masa lalu adalah sebuah perjalanan proses. Ketika aku berada di titik ini sekarang, itu pun melalui proses yang panjang. Ketika banyak peristiwa terjadi, yang dahulu kubenci, yang dulu berusaha untuk menghindari itu ternyata adalah sebuah proses untuk menjadi yang lebih baik. Pasti tak banyak yang tau tentang aib kita bukan? Karena kita pasti ingin menyembunyikan semua aib dan kebrobokan kita. Wajar, itu adalah fitrah. Ketika aib itu tak terkuak maka sesungguhnya Allahlah yang menutup aib-aib kita. Sehingga yang tampak dari diri kita hanya kebaikan. Syukur Alhamdulillah, Allah masih berbaik hati menutup aib-aibku. Seandainya, tampak hal yang tidak baik pada diriku di masa l...

Allah pertama, Allah dulu, Allah terus

Detik berubah jadi menit. Menit dengan cepat berubah jadi jam. Jam terus melesat hingga hari berganti. Cepat waktu berputar. Tanpa sadar kita telah begitu disibukkan oleh urusan dunia hingga sedikit menyisakan waktu untuk sang pencipta. Aku selalu bilang bahwa pekerjaan seorang ibu rumah tangga itu banyak. Apalagi masih memiliki anak yang masih menyusu ASI. Terasa sekali waktu begitu cepat. Meskipun pekerjaan rumah tangga keliatannya itu itu saja, tetapi jika kau tau bahwa pekerjaan tak selesai hingga tengah malam. Jika diturutin maka tak jadi kita istirahat. Yaaah it is ok namanya juga bekerja pasti melelahkan. The point is, I just want you know, that ibu rumah tangga it is not as simple as you think. You will know when you do it yourself. Nah, itulah yang aku rasakan beberapa waktu lalu. Selalu disibukkan sama pekerjaan rumah dan merawat baby. Dan, ada dampak negatif dr semua itu, yaitu ibadahku terbengkalai. Padahal, aku bisa mengatur gimana caranya masak sambil nyuci piring ...

Mari Kita Renungkan

Setiap manusia pasti pernah dicoba dengan kegagalan. Ketika semua terasa terencana sempurna, namun kenyataannya berbeda. Yang terjadi malah kebalikannya. Gagal semua. Kecewa pasti melanda karena sudah maksimal kita berusaha tapi hasilnya tidak bisa diharapkan. Lalu, kita akan bertanya, bukankah hasil tidak akan pernah mengkhianati proses?  Jika kamu merasa demikian kecewa sehingga rasanya ingin menyerah dan berhenti saja, tenang, you are not alone. Kita semua juga merasakan demikian. Tapi yang terpenting adalah sikap kita terhadap kegagalan itu. Apa yang harus dilakukan?  Tentu saja yang pertama intropeksi, merenung dan beristighfar. Jangan sampai kita berbangga dan sombong merasa sudah melakukan segalanya kemudian menyalahkan Tuhan tidak adil karena semuanya gagal. Allah menegur nabi Yunus yang putus asa dengan ikan paus. Dengan beristighfar, mohon ampun kepada Allah, akhirnya Allah membebaskannya dari dalam ikan paus.  Maka jika semuanya berjala...

Sebuah Tekad

Suatu hal yang besar dimulai dari satu langkah kecil. Yaitu sebuah keberanian . Yaaa ada hal besar menggebu dalam pikiran. Beberapa waktu terakhir aku memikirkan kembali cita-citaku yang sudah sekian lama aku kubur dalam-dalam. Aku ingin kembali tekun menulis untuk berlatih menghasilkan tulisan yang bagus. Aku berpikir kembali, menikah seharusnya tak mematikan hal yang ingin aku capai bukan? Ditengah kesibukan mengurus si kecil dan keluarga aku ingin menulis. Entah apa yang aku tulis bagus atau tidak, aku hanya ingin menulis dan berlatih. Aku mungkin butuh waktu lama atau sebentar hingga aku bisa menghasilkan tulisan yang layak baca dan bermanfaat. Tapi aku tak ingin peduli seberapa lama aku harus terus berjuang. Aku hanya ingin berlatih sekarang. Aku butuh tekat yang kuat dan keberanian untuk tetap mencoba. Ambarawa, 8 Juli 2017

Dulu...

Dari dulu aku ingin sekali jadi penulis.Masuk jurusan sastra inggris karena ngefans sama penulis yang ngambil jurusan sastra inggris juga. Semenjak smp aku suka nulis nulis cerpen yang aku tulis pake tangan. Aku tulis di satu buku tulis khusus kumpulan cerpen cerpenku. Kemudian, aku minta teman-temanku untuk baca dan berkomentar. Dulu ditengah keterbatasan, aku sangat produktif sekali membuat tulisan, terutama cerpen. Pengen juga jadi novelis. Karena suka baca baca novel yang dipinjem di perpus daerah. Dulu rasanya ngeliat orang pake laptop itu wah banget. Maklum soalnya penulis menurut pikiranku kan identik dengan laptop, dengan kelincahan jari yang mengetik diatas tuts tutsnya. Membayangkan membawa laptop kemana aja supaya kalau ada ide tulisan bisa langsung diketik. Sampe aku inget banget, aku ngebuat laptop mainan pake kardus buat nglatih ngetik di komputer biar cepet ngetiknya. Ah tapi dulu mau mimpi punya laptop aja gak berani. Meski dengan berbagai keterbatasan itu, aku...

Meracau (2)

Ramadhan akan segera pergi Sedih karena ramadhan kali ini adalah ramadhan yang super tidak maksimal. Padahal sadar betul ramadhan tahun depan kan jumpa lagi atau tidak  ðŸ˜¥ Jakarta, 20 Juni 2017

Meracau (1) catatan hati emak emak

Lama sekali tidak posting. Padahal banyak sekali hal yang ingin saya bagi. Ah bilang aja curhat 😃 Habis liat dedek yang tumbuh sehat dan lucu trus tiba tiba liat foto bayi di tong sampah yang dibuang ibunya. Lalu tetiba sediiiih banget. Kenapa ada orang yang tega ngebuang malaikat kecil lucu tanpa dosa itu? Trus jadi kebayang yang aneh aneh ampe keinget anak anak kecil yang dilampu merah yang mungkin saja dia diculik dari orang tuanya trus dijadiin pengemis. Haduh sediiih banget liatnya. Lalu liat dedek, rasanya gak mau jauh jauh bangetlah dari dedek. Kalau perlu sekolah aku tungguin. Yaaaaah kalau ngebayangin yang kayak gitu jadinya pengen dedek dirumah aja ama mamanya, takut kenapa kenapa. Yaahh tapi suatu saat dedek pasti pergi meski laki laki milik ibunya selamanya. Tapi pasti dia akan pergi entah untuk sekolah atau nantinya akan berkeluarga. Yaahh ngebayanginnya aja udah sedih.  *plak* sadar buk dedeknya baru 4 bulan udah aneh aneh aja ngebayanginya 😦 Ja...

Curhat Random Emak emak

Hahai assalamualaikum Time flies so fast. Siapa sangka anak sekecil saya sudah punya anak kecil (haha). Siapa sangka sekarang kontrakan kecil kami sekarang dipenuhi dengan barang barang imut nan lucu milik si dedek. Fase kehidupan saya bukan lagi hanya seorang istri yang memikiki tanggung jawab hanya kepada suami, tetapi kini ada satu lagi amanah yang harus saya jaga. Ah tepatnya aset berharga bagi saya, yaitu seorang anak laki laki yang ganteng. Menjalani menjadi seoramg ibu baru tentu saja bukan hal yang mudah, tapi tentu saja tidak sesulit yang dibayangkan apalagi saya benar benar harus berjuang sendirian karena saya diperantauan. Namun, bukankah saya adalah seorang ayu fitriyani? Jadi, saya terima tantangan ini sebagai suatu hal yang menyenangkan. Saya yakin saya bisa menjalani menjadi seorang ibu muda ( cielah ) yang bisa merawat anak dan rumah. I ll do my best. Semangat! Yaa sebegitu saja dulu catatan random saya sebagai ibu ibu muda. Tidak ada manfaat yang bisa diamb...

Takdir dan Pak Hoak

Sejak sekolah dasar kita diajarkan bahwa takdir itu ada dua. Takdir yang bisa diubah dan takdir yang tidak bisa diubah. Takdir yang bisa diubah bisa diusahakan dan dikuatkan dengan doa. Takdir yang tidak bisa diubah seperti kematian, kelahiran, dan rejeki. Mengenai takdir, ini menarik. Takdir terungkap diujung usaha bukan. Kita diminta berusaha semampu kita hingga takdir terungkap. jadi, takdir itu harus dijemput. Mengenai takdir, mungkin sudah takdir bahwa skenario ini akan terjadi. Menarik, karena dampaknya tak akan disangka akan sebegitu besar. Mengenai kejadian, di kota Jakarta, mengenai seorang gubernur, sebut saja namanya bapak Hoak. Sudah jadi rahasia publik bahwa pejabat yang satu ini memang membawa perubahan yang dirasa positif bagi rakyatnya. Sehingga, keburukannya pun tertutupi oleh hal-hal baik yang dilakukannya. Ini permasalahan akhlak. Seperti yang diketahui banyak orang, bahwa bapak yang satu ini dikenal dengan gaya bicaranya yang to the point bahkan  cender...

Anggap aja seperti kent** 😷

Mungkin kalian sudah sering mendengar tentang kisah teladan ini. Dikisahkan ada seorang bapak dan anak yang menaiki seekor unta. Kemudian di tengah perjalanan seseorang berkata. " Itu gak kasian apa ya, unta sekecil itu dinaikin dua orang. " Sang ayah yang mendengar komentar itu lalu turun dari unta. Dia berpikir, dengan begitu dia akan mengurangi beban unta. Sehingga hanya sang anak yang menaiki unta dan sang ayah menuntunnya. Kemudian mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan. Ditengah perjalanan, seseorang berkata, "Anak macam apa itu? Masa ayahnya yang sudah tua disuruh berjalan menuntun unta." Mendengar komentar itu, sang ayah kemudian meminta anaknya untuk turun dan bertukar posisi dengannya. Sehingga sekarang sang ayah menaiki unta dan sang anak yang berjalan menuntun unta. Kemudian di tengah perjalanan, seseorang berkata, "Astaga, ayah macam apa itu yang tega meminta anak sekecil itu untuk berjalan sedangkan dia sendiri enak enakan naik unt...

The reflection of life

Have you ever imagined how was your life before you was born? We were alive about 5 months inside our mother's tummy. In our mother's womb we were alive for the very first step of life. At the time, do we able to imagine how the world is? And, after we were born in the world absolutely we also forgot the feeling of being alive in mother's womb. What about 5 months ( why 5 months not 9 months? Because Allah writes our complete fate of our word life in the 4th month. Moreover, Allah gives us the soul) we were alive in form of fetus. 5 months is so fast right? So does, our life in this world is so fast. Because we never knew where we should go to the next step of life. Well, live in this wolrd is the second step of our life. We also can not imagine how and when our life will end in this world. After we die, where will we go? Is it really the end of our life? Yes, it is the end of our life in the world but no, it is not the really end of our life. We just go to the next st...

Nona, sibuk apa sekarang?

Kamu mungkin mengira aku sosok yang berbeda. Tapi, aku masih sama. Tapi, aku tidak menyangkal adanya perubahan. Yah, time flies and people change. We grow older. We past our time with different people and circumtances. Ya, sudah pasti ada yang berubah untuk menyesuaikan dengan keadaan sekitar, menyesuaikan dengan usia yang setiap detik semakin tua. Setelah menempuh hidup baru dan menjalani masa masa menjadi seorang istri pemikiranku tanpa bisa aku cegah berubah sedikit demi sedikit.  Kupikir, dulu membayangkan setelah menikah aku akan sangat senang jika aku bisa melakukan perjalanan ke berbagai tempat bersamanya. Tapi, sekarang setelah benar benar merasakan hidup bersamanya, aku tak begitu menginginkan itu. Cukup bersamanya meskipun cuma jalan ke taman atau menghabiskan waktu di rumah membaca buku, itu sudah sangat menyenangkan. Kamu mungkin mengira aku gombal, seperti yang aku pikirkan dulu. Masa sih bisa gitu? Sekarang, aku merasakannya sendiri. Aku lebih melupakan keing...

Hiu dan Nelayan 2

Saya pernah menceritkan tentang kisah seorang nelayan yang memasukkan ikan hiu kecil dalam bak tangkapan ikannya. Tujuannya bukan untuk memberi kesenangan berlimpah pada ikan hiu dengan memberinya ikan. Melainkan, agar ikan tangkapan itu tetap hidup dan segar ketika sampai di daratan. Kenapa justru ikan tangkapan itu bisa tetap hidup meskipun nelayan sengaja meletakkan bahaya dimakan ikan hiu dalam baknya? Karena, di dalam bak itu ikan ikan akan terus berjuang berlari dari kejaran hiu. Justru bahaya itu yang menyebabkan ikan ikan tetap hidup. Nelayan itu sengaja meletakkan hiu di dalam bak tangkapannya karena ia melihat sebelumnya, ikan hasil tangkapannya selalu dalam kondisi tidak segar bahkan mati ketika sampai di daratan. Ikan hiu tersebut ibarat masalah. Dan ikan ikan tangkapan itu adalah kita. Kita tidak akan bisa hidup dengan baik kalau sepanjang hidup kita tidak ada masalah yang membuat kita berjuang, berusaha dan berpikir. Sebesar apapun masalahmu, jangan pernah menyerah...