Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label stories

Trapped

Hujan rintik diluar kaca menyisakan embun. Ah, kalau saja, tembok itu bisa kuterjang dengan bebas, pasti akan dengan cepat aku merasakan tetesan air hujan di luar sana. Tapi, beling kaca itu terlalu tajam. Rasanya aku masih terlalu pengecut terkena goresan kaca itu, masih terlalu lemah untuk melihat warna darah yang terlalu tajam menurutku.  Secangkir kopi itu sudah cukup. Hanya saja, nyanyiannya terlalu bising. Aku sungguh tidak suka. Sedangkan, terasa sepi di sini.. (hati).  Tulisan-tulisan yang tidak berguna, tak ayal hanya sebuah coretan sampah. Orang diseberang sana sudah sangat sebal. Mungkin saja, dia ingin segera mencekikku karena saking gemasnya.  Huh! Akhirnya, pecahkan saja gelasnya, biar ramai... Seperti kata Dian sastro. Tapi, aku tak akan lari ke hutan lalu ke pantai, aku lebih senang menari bersama hujan di halaman rumah. Hanya beberapa langkah saja dari sini. (Tersenyum) by Ayufi Semarang, 7 April 2013  7:58 pm

short story

The shadow on the water The wind blows at the rear my neck. Suddenly I feel eerie. I think that maybe there is a ghost just have passed behind me. But, I realize that it just the wind. Some branches swing, and there is no voice except the voice of my heartbeat. I am sitting on a bench now. I’m alone, just some stuff that accompany me. Novels, Oxford dictionary, a notebook, and a pencil box, they are enough to make the bench full. I look around the park. There is no one, only me. Nevertheless, I do not really care about it. Even, it is better for me that there is nobody who will see what I am doing.             I am holding one of two novels that I brought from home. I open it at random. I am trying to read it. However, I cannot. I just act like reading a book, but in fact, what is on the book cannot be accepted by my mind. I am just pretending to read the book to make me stay cool. I am nervous. Time is running as well. Never...

Aku dan dia yang dulu

Aku dan Dia Aku dan dia hanya dua insan manusia biasa. Aku dan dia hadir tanpa sengaja. Aku dan dia bertemu tanpa rencana. Awal aku dan dia bertemu, tak ada rasa yang terasa, tak ada kata yang terkata, semuanya berjalan normal. Aku dan dia berada di suatu ruang tapi berada di dunia yang berbeda. Aku dan dia berjalan, berlari, tertawa, menangis, dengan dunia dan keadaaan yang berbeda. Karena duniaku dunianya sangatlah berbeda. Setiap hari aku dan dia bertemu . Tapi tak pernah sepatah kata pun keluar dari mulutku mulutnya. Kita benar-benar hidup dunia masing-masing. Suatu ketika aku tiba-tiba menangis karena aku tak akan bertemu dia. Hmm...mungkin bukan karena dia semata. Tapi dia salah satunya. Aku dan dia kini tak hanya berbeda dunia. Ruang dan waktu kini terasa berbeda. Dunia yang lebih dari berbeda dari perbedaan yang biasa. Ada jarak sekian waktu yang memisahkan aku dan dia. Aku dan dia tak pernah tau apa kata takdir. Kata takdir aku dan dia bertemu. Keadaan yang dulu harus ...

when I was in high school

Lets play the game Ku pikir ini akan menjadi hari yang menyenangkan. Aku akan ke Bali. Siapa yang tak tau Pulau Bali? Pulau kecil nan indah yang banyak dikunjungi para wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri.aku akan segera membuktikan apakah yang di katakan tentang pulau Bali itu benar adanya. Semua barang sudah aku kemasi. Kaos seragam kelas sudah kupakai. Mmmm….. masih ada yang kurang … kamera! Kamera yang aku bawa masih di kamar. Segera aku berlari mengambil kameraitu dan membawanya ke ruang tamu, jadi satu dengan barang-barang yang akan dibawa. Semuanya udah beres!" kataku dalam hati. Aku tidak sabar lagi untuk bersenang-senang di Pulau Dewata. Tiiiiitt! HP ku berbunyi.l "Hai! Are you ready?" kata Reyna di ujung telpon. "Tentu! Mari kita berpetualang!" jawabku. "Ukey!" Klik! Handphone, ku masukkan ke tas kecil yang akan ku bawa kemana-mana. Kamera juga aku gantungkan di leher. Aku datang Bali. *** "Assalamu'al...