Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label motivasi diri

Rejeki yang tersembunyi

sumber : google Rejeki itu bisa berupa apa saja. Diberi tetangga dan teman yang baik. Diberi kemudahan dalam urusan. Diberi kenikmatan tidur dan makan. Diberi bantuan tiba tiba ketika kita sangat membutuhkan. Itu semua rejeki menurut saya. Pernah baca dan kembali mengulang ceramah Ustad Salim A Fillah tentang rejeki. Rejeki itu bukan dari gaji. Gaji besar belum tentu itu adalah rejeki kita.  Seorang pengusaha dengan omset ratusan juta rupiah per bulan. Dia mampu beli kasur termahal dan ternyaman di dunia, tapi dia hanya bisa tidur di lantai dengan alas tiker buatan Muntilan. Dia diundang ke berbagai kota disewakan hotel yang mahal dan nyaman namun ketika tidur, ia membuka tas ranselnya dan mengeluarkan tiker lipet yang selalu dia bawa. Digelarlah tiker itu di lantai, dan tidurlah ia dengan lelap.Ya begitulah, rejekinya memang begitu.  Ada juga seseorang yang kaya raya bisa beli makanan apapun yang mahal dengan hartanya. Namun dia tidak bisa menikmatinya. Kena...

Jangan Tenggelam! Menyelamlah!

Sumber : google Dulu waktu masa kuliah aktivis super sibuk. Jadi bagian penting dalam organisasi. Tak hanya satu tapi dua atau tiga. Terbiasa dengan laporan. Terbiasa dengan kegiatan dan bertemu dengan banyak orang. Rasa ingin berbuat banyak dan bermanfaat bagi banyak orang. Terbiasa dengan banyak kegiatan dan mengatur waktu untuk akademis dan organisasi. Senang bertemu dengan orang baru setiap kali mengadakan event event diluar kampus. Sering keluar kota melakukan perjalanan sendiri ( dengan beraninya) demi menambah pengalaman dan pertemanan. Link pertemanan pun meluas tak hanya lingkup satu kampus tapi menasional. Lalu tiba tiba dihadapkan dengan pekerjaan domestik beberes, masak ngurusin baby : mandiin, kasih makan, ngajakin main. Semua teman yang biasanya diajakin jalan mundur teratur. Jarang ketemu orang baru untuk diskusi atau sharing. Terasa Stuck dan ilmunya gak berkembang. Terasa tidak produktif lagi. Kesepian! Apakah ada yang merasa demikian? Jika iya. Tenang! ...

Ibu yang baik tak berhenti belajar

Wanita harus tetap terus belajar setinggi mungkin karena anaknya kelak berhak mendapat ibu yg pintar. Saya setuju dengan pendapat ini. Memang tidak ada jaminan kalau punya ibu yang lulusan S3 Harvard akan berhasil mendidik anaknya dengan baik. Ada juga ibu ibu yang tidak sekolah tinggi tapi anaknya jadi anak yang soleh solehah dan sukses. Jadi apa kuncinya menjadi ibu yang baik? Saya sendiri selalu punya ketakutan jika saya salah mendidik anak. Takut tidak bisa menjadi ibu yang baik bagi anak saya. Sebab mendidik anak adalah sebuah proses yang tak bisa diralat.  Namun jika seorang ibu mau terus belajar dari mana saja, dari ibu dan dari mana saja saya yalin dia akan terus mengupgrade dirinya untuk bisa menjadi sebenarnya orang tua Kalau seseorang berpikir " Ah ngapain sekolah tinggi tinggi. Ntar juga aku bakalan di rumah ngurus anak. Jadi ibu rumah tangga."  Saya percaya terlepas ibu itu baik atau tidak dalam mendidik anak jika ibunya pintar akan ada gen kep...

Selamat Datang 2019

2018 terasa kosong 2018 terasa hampa Tak ada pencapaian Karena tak ada yg ingin dicapai Tak seru Tak ada gairah Terasa flat Maka di tahun 2019 ini Harus punya target Harus punya keinginan kuat Terutama dalam hal ibadah Rumah di dunia ada Tapi merobohkan tempat tinggal di akhirat sana Padahal disanalah asal kita Kembali padanya Maka tak akan ada rasa kecewa Ibadah terasa biasa saja Karena tak ada cita cita Hanya Dia Yang bisa mencipta bahagia Hanya Dia yang bisa menghapus segala duka Mencegah semua bencana 2019 stop ghibah Perbanyak ibadah 2019 banyak senyum Kurangi manyun 2019 fokus usaha Hindari foya foya 2019 perbanyak baca Kurangi nonton drama 2019 harus lebih baiqq

PROSES

Malu sebenarnya ketika aku ingat masa laluku. Kenapa dulu aku begini dan begitu. Begitu banyak penyesalan terhadap masa lalu yang sia-sia. Sekarang, apalah gunanya menyesal? Meski datang, tapi menyesal tak ada gunanya. Waktu tak bisa lagi terulang. Namun, aku menyadari bahwa semua yang aku lakukan di masa lalu adalah sebuah perjalanan proses. Ketika aku berada di titik ini sekarang, itu pun melalui proses yang panjang. Ketika banyak peristiwa terjadi, yang dahulu kubenci, yang dulu berusaha untuk menghindari itu ternyata adalah sebuah proses untuk menjadi yang lebih baik. Pasti tak banyak yang tau tentang aib kita bukan? Karena kita pasti ingin menyembunyikan semua aib dan kebrobokan kita. Wajar, itu adalah fitrah. Ketika aib itu tak terkuak maka sesungguhnya Allahlah yang menutup aib-aib kita. Sehingga yang tampak dari diri kita hanya kebaikan. Syukur Alhamdulillah, Allah masih berbaik hati menutup aib-aibku. Seandainya, tampak hal yang tidak baik pada diriku di masa l...

Bersyahadat karena Masuk Lingkungan Pesantren

(Lanjutan dari postingan sebelumnya   👉 klik disini  ) Masih tentang kajian dhuha dengan pembicara ustadz Nababan. Selain kisah pak Zainudin, ada lagi beberapa pengalaman beliau dalam dakwah beliau. Dahulu ketika menjadi misionaris beliau ingin menarik banyak orang untuk masuk agamanya. Sekarang, ketika beliau sudah mendapat hidayah, beliau pun ingin bahwa orang lain mendapatkan hal yang sama seperti beliau. Maka, ustadz Nababan meluaskan dakwahnya ke kota minoritas muslim, seperti di Pulau Nias, Kupang, dsbnya. Di suatu daerah di NTB dimana penduduknya berada di bawah garis kemiskinan (saya tidak begitu ingat dimana) disana Beliu mendirikan pesantren. Beliau membangun bangunan yang terlihat cukup megah dibandingkan dengan bangunan sekitar yang hanya berdinding gedeg (dinding dari bambu) dan reyot. Masyarakt sekitar senang duduk-duduk di sekitar pesantren karena orang-orang pesantren ramah dan mereka di suguhi minuman dan camilan. Selain itu, ustadz Nababan mend...

Hadiah Terindah untuk Pak Zainudin

Catatan Kajian Dhuha Sayang sekali setiap kali pergi kajian dengan materi dan pembicara yang bagus tapi saya tidak mencatat. Minggu kemarin, di Masjid Sunda Kelapa ustadz Syamsul Arifin Nababan terjadwal untuk menjadi pembicara. Ada yang tau siapa beliau? Beliau adalah mualaf. Dulunya beliau adalah seorang misionaris. Meskipun mualaf, tapi keilmuan dan dakwah beliau sungguh luar biasa. Beliau mendirikan pesantren mualaf untuk membimbing para mualaf yang baru saja masuk islam, di Jakarta dan di beberapa daerah minoritas muslim. Dalam sebuah cerita, beliau bertemu dengan seorang partner dakwah di NTB. Namanya adalah bapak Zainudin. Pak Zainuddin ini juga seorang mualaf, namun meskipun mualaf tapi semangat dakwahnya luar biasa. Melalui dakwahnya, pak Zainudin sudah berhasil mengislamkan banyak orang di daerah. Taukah apa yang lebih luar biasa? Pak Zainudin melakukan dakwahnya dengan berjalan kaki. Oleh karena itu, ustadz Nababan memberikannya sepeda motor untuk dipakai beli...

Mari Kita Renungkan

Setiap manusia pasti pernah dicoba dengan kegagalan. Ketika semua terasa terencana sempurna, namun kenyataannya berbeda. Yang terjadi malah kebalikannya. Gagal semua. Kecewa pasti melanda karena sudah maksimal kita berusaha tapi hasilnya tidak bisa diharapkan. Lalu, kita akan bertanya, bukankah hasil tidak akan pernah mengkhianati proses?  Jika kamu merasa demikian kecewa sehingga rasanya ingin menyerah dan berhenti saja, tenang, you are not alone. Kita semua juga merasakan demikian. Tapi yang terpenting adalah sikap kita terhadap kegagalan itu. Apa yang harus dilakukan?  Tentu saja yang pertama intropeksi, merenung dan beristighfar. Jangan sampai kita berbangga dan sombong merasa sudah melakukan segalanya kemudian menyalahkan Tuhan tidak adil karena semuanya gagal. Allah menegur nabi Yunus yang putus asa dengan ikan paus. Dengan beristighfar, mohon ampun kepada Allah, akhirnya Allah membebaskannya dari dalam ikan paus.  Maka jika semuanya berjala...

Reminder

Jika cuma karena capek karena banyak pekerjaan, semua orang juga bisa. Tak pantas mengeluh hanya karena capek. Semua orang muslim yang hidup di dunia pasti capek, istitahatnya nanti di akhirat. Capek - capeklah yang bermanfaat, dan istirahatlah yang bermartabat kelak.      _ayufi_ Jakarta, 3 April 2017