Langsung ke konten utama

Postingan

Cita Cita terbaru

Bismillah Betapa kematian itu adalah sesuatu yang tak pernah kita duga datangnya. Siang sehat sore sudah tidak tinggal nama. Aku lebih suka datang ke pemakaman daripada ke kondangan. Sebab, sekali lagi kita akan diingatkan, bahwa kematian itu dekat. Apa yang kita kejar, apa yang kita dapatkan di dunia tak ada gunanya. Rumah, target tabungan, kendaraan semuanya akan kita tinggalkan, kecuali kita menggunakannya untuk kebermanfaatan.  Maka, kalau boleh, aku pengen menjadi orang yang baik dan suka menolong. Hahaha, aku menertawakan diri sendiri. Kayak aneh kan keinginan kayak gitu. Aku merasa aku tidak masalah jika aku dimanfaatkan semua yang aku punya untuk kebaikan. Tapi, aku sendiri sudah bisa memberikan batas. Kalau aku akan menolong sesuai kemampuanku, dan aku merasa aku bukan people pleaser sehingga aku tetap akan menyenangkan bagiku tapi bisa juga menolong orang. Sebab aku menolong sesuai kemampuanku. Jadi kalau ada kesempatan untuk berbuat baik, aku ingin sekali membantu apapun...
Postingan terbaru

Jangan Sampai Menyesal

Kamu pasti menyesal ketika kamu mati Kamu pasti pernah merasa menyesal kan? Kayak aku sekarang, menyesal kenapa dulu ketika masih kuliah diberikan banyak kesempatan baik kenapa tidak aku manfaatkan dengan baik. Ada juga aku menyesal ketika aku masih usia lebih muda dari sekarang, aku melakukan banyak hal bodoh. Kenapa ya aku dulu bersikap seperti itu. Bahkan sampai sekarang pun, terkadang sedang menyetir sendirian dan tiba-tiba aku teringat dengan hal hal bodoh yang aku lakukan di masa lalu. Dan merasa menyesal, iih kenapa sih aku kayak gitu? Apakah kamu pernah juga merasakan hal yang sama? Penyesalan pasti pernah dirasakan oleh setiap orang. Entah itu menyesal atas apa yang dilakukan di masa lalu atau menyesal atas apa yang belum atau tidak dilakukan di masa lalu. Nah, nanti kalau kita sudah meninggal, lalu kita menunggu di alam kubur setiap manusia pasti merasakan penyesalan dan mereka meminta untuk dikembalikan hidup lagi di dunia. Orang yang terlalu banyak melakukan dosa dia ...

Nulis Lagi

Sekarang masih ada gak sih yang masih suka baca blog? Dulu karena sosmed paling banter ya FB, bagi yang suka menulis ya nulisnya di blog atau di twitter. Sudah lebih dari sepuluh tahun sejak blog ini dibuat.  Ketika membaca tulisanku yang dulu, wah sungguh aku memalukan. Tapi, aku memang tidak akan menghapus karena bagian dari proses. Setelah sekian lama, akhirnya aku memberanikan diri untuk menulis dan diterbitkan. Aku tidak ingin menyesal karena tidak pernah mencoba. Kalau dulu aku ingin sekali menjadi penulis, ya sudah aku mau berusaha mewujudkannya.  Tulisan yang bagus itu tidak datang tiba-tiba. Tulisan yang bagus itu karena masalah jam terbang. Semakin banyak kamu menulis, semakin bagus tulisan kamu. Itu sih yang aku yakini. Penyakit penulis pemula adalah tidak menyelesaikan tulisan yang sudah dimulai. Menyelesaikan sebuah cerita saja itu sudah pencapaian yang bagus bagiku. Masalah bagus atau tidak, ya nanti kita coba baca lagi.  Wajarlah kalau misal tulisan pertama...

Bacakan Buku Sejak Bayi

Dulu ada film berjudul Baby Day's Out yang bercerita tentang seorang bayi sekitar umur sepuluh bulanan dari seorang keluarga yang kaya raya. Bayi ini sudah dipantau oleh penjahat yang ingin menculik bayi ini untuk meminta tebusan. Di awal film diperlihatkan sang bayi dibacakan buku oleh baby sitternya sebelum tidur. Singkat cerita penjahat berhasil menyamar menjadi tukang foto lalu menculik bayi itu. Dibawalah bayi itu ke markasnya. Ternyata hal ajaib terjadi, karena bayi itu berhasil kabur. Ya, dia teringat semua gambar yang pernah diceritakan dibukunya oleh sang baby sitter, sepanjang film bayi merangkak itu bertualang mengunjungi semua hal yang dia ingat di dalam buku. Naik bus, ke kebun binatang, dan sebagainya. Ajaib tentu saja, bayi itu selalu bisa lolos dan kabur dengan selamat melewati jalan raya, hampir ketabrak truk, masuk kandang gorila, naik ke atas kontruksi bangunan yang tinggi. Kayaknya tidak mungkin hal itu terjadi, ya namanya juga film. Jadi itu memang hanya terjad...

Berproses

Dulu aku selalu membayangkan bahwa ketika aku dewasa sekarang aku ingin menjadi hebat, bermanfaat dan berdampak besar. Seperti aku harus menemukan sesuatu yg bermanfaat atau jadi founder sesuatu yg berdampak besar gitu. Tapi semua itu tidak terjadi di masa dewasaku. Lalu darimana datangnya kepercayaan diri yang tinggi itu? Aku teralu mudah kagum dan banyak terinspirasi sama banyak orang yg berdampak besar, dan dengan pedenya aku merasa aku bisa. Nyatanya? Begitulah yang terjadi jika mimpi besar tidak disertai dengan tindakan, bercampur rasa kepedean yg tinggi agak sedikit sombong dihati. Bukan mimpi tapi angan angan kosong. Setelah kudalami diriku. Ternyata aku tak perlu muluk harus berdampak besar seperti mereka. Mereka mungkin memang bisa, tapi jika tak bisa. Tak perlu mengukur diri dengan orang lain. Ukurlah diri sendiri dari masa lalu. Berusaha jadi the best of me dan tak perlu ngoyo. Terima diri apa adanya dan banyak belajar. Minimal harus berdampak bagi diri sendiri deng...

Writing is healing

Writing is healing. Pernah baca artikel isinya tentang kesembuhan marsyanda yang punya penyakit bipolar. Sekarang dia dinyatakan sudah sembuh. Ternyata salah satu terapinya adalah menulis setiap hari. Maka, jika rasanya berat dada menyesak. Karena lelah yang terus menerus, atau masalah yang tak bisa dibagi bebannya karena menjaga izzah sebagai istri, mungkin menulis bisa menjadi solusi. Selamat menulis kembali. @ayufialfarisi Bogor, 12 November 2019 Selasa, 14:06 

Sabar, satu per satu

Sering kali bertemu pada situasi Dimana pekerjaan terlalu banyak untuk dikerjakan Ketika waktu bekejaran Menuntut agar kerjaan segera beres Aku selalu inget pesan dalam buku #nkcti Sabar, satu per satu Sebanyak apapun pekerjaan yg harus diselesaikan, pokoknya kerjain aaja dulu yg bisa dikerjain. Kalau uda selesai lanjut kerjain yg lain. Sibuk bergerak, lalu selesailah semua @ayufialfarisi Minggu, 10 November 2019 Bogor, 21 : 47