Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerita Fiksi dan Puisi

KEPINGAN HATI SABILA (CERPEN)

Aku bukanlah orang yang suka Ge eR. Aku juga bukan orang yang mudah percaya ketika orang bilang suka padaku. Aku merasa aku bukanlah termasuk cewek cantik idaman. Rambutku pendek, aku gak suka pake rok, aku gak bisa dandan, dan aku gak pernah terlihat anggun. Aku suka naik gunung, aku suka berantem, aku ikut tinju. Benar-benar jauh dari idaman cowoklah. Aku sadar aku gak cantik, maka aku menolak dan membentengi diriku dari segala pujian yang bilang aku cantiklah, manislah, bagiku itu semua gombal. *** Seminggu terakhir tiba-tiba saja aku bertemu kembali dengan teman SMPku. Ah, bukan bertemu tepatnya, tapi berhubungan kembali setelah sekian lama tidak bertemu. Awalnya nggak sengaja. Waktu itu tiba-tiba dia nge- add facebook ku. Dan sejak saat itu dia rutin nge- like dan comment statusku. Awalnya cuma komen-komen aja di status. Karena dia suka komen statusku, maka aku pun tak sungkan-sungkan komen statusnya. Lalu, dia berani nge- chat aku. Dan pada akhirnya dia minta nomer ha...

Tak Berjudul

Di belahan dunia lain banyak sekali orang yang terancam nyawanya karena dia muslim. Di India, Myanmar, Palestine, Syiria dan masih banyak lainnya yang tidak terekpos. Mereka meregang nyawa saat ingun beribadah. Saat ini, sekarang ini, tahun 2017, perjuangan seorang muslim di " belahan dunia lain" tersebut hampir mirip dengan jaman ketika islam datang. Mereka dimusuhi dan dibunuh. Memang mungkin inilah kita hidup di akhir dari kehidupan dunia. Sekarang apa gunanya mengejar kefanaan dunia. Ketika kita menghadap Nya, semua itu tak berguna. Bandungan, 15 Juli 2017 23 : 27 ditengah penantian menunggumu

Seri : Menunggu

Empat ratus lima puluh kilometer lebih, Seratus hari, Jarak dan waktu bisa mengubah segalanya. Semua bisa terjadi. Begitu juga, hati bisa goyah karena jarak dan waktu.  Beruntung kita sudah terbiasa dengan jarak dan waktu. Maka, menjelang hari-hari menunggu hari besar itu pun terasa biasa saja. Memilih untuk tetap merahasiakan semuanya sebelum acara akbar itu terjadi adalah pilihan yang tepat. Seperti yang aku bilang, segalanya bisa terjadi. Hati bisa goyah. Keputusan bisa berubah. Jika sudah terkabar kepada manusia maka akan makin sulit hati ini menangani reaksi mereka. Maka merahasiakan kepada makhluk bumi adalah tepat.  Hanya kepada Allah saja, aku mungkin juga kamu berdoa untuk mewujudkan rencana itu. Jakarta, 2 September 2016

Seri : Pertemuan

Prolog Dalam beberapa saat rasanya jantung ini mau melompat. Detak jantung terlalu kencang. Kabar kedatanganmu sudah terdengar dari seminggu yang lalu. Namun, tak disangka rasanya akan sebegini susah dijelaskan. Kita tak begitu banyak bertemu. Tapi kau datang layaknya pria sejati. Jika kau ingin memiliki haruslah dengan cara yang tepat sesuai yang diperintahkan Allah dan nabimu. Tak kusangka, kedatanganmu kala itu membuatku tak bisa menangani sikapku. Otak dan tingkah laku tidak singkron. Mau bikin teh di dapur, tapi kaki ini justru melangkah ke kamar. Kacau! Dari dalam kucuri dengar tentang percakapan ibundamu. Pikiranku tak berhenti menebak-nebak, menumbuhkan harapan yang tidak-tidak. Ketika kau dan ibundamu beranjak pamit. Tak sengaja kita bertemu pandang. Meski hanya sedetik dua detik tapi jantung ini kembali berdetak tak beraturan. Tak biasanya kita bertemu dalam situasi yang seperti ini. Jakarta, 6 Mei 2016

TENTANG KOTA JAKARTA

Tidak terasa waktu berjalan sangat cepat. Kurang lebih 2 bulan, saya tinggal di Jakarta. Tepatnya di kota Jakarta Timur. Sebelum benar-benar tinggal di kota ini, saya membayangkan bagaimana rasanya jika benar saya tinggal di kota yang sesak ini. Berbagai pikiran buruk tentang kota ini menjejali kepalaku. Hal itu membangunkan ketakutan ketakutan akan kota ini. Yah, tapi karena takdirku harus tinggal disini ngikutin belahan hati saya, (cie), jadi akhirnya disinilah sekarang. Tinggal di sebuah kontrakan kecil  bersama suami saya. Membahas mengenai kota Jakarta, well saya tidak bisa berbicara banyak , karena saya belum jalan-jalan ke banyak tempat. Jadi belum banyak yang saya temukan. Pertama : tentang lalu lintas di jalan raya. Lalu lintasnya parah, lampu lalu lintas kayak pajangan aja. Jadi, agak takut kalau misalnya nyebrang di zebra cross. Kedua : Penjual di pasar banyakan ngomong bahasa Jawa. Jadinya, kalau belanja di pasar, kayak di rumah sendiri. Penjual sayur ngomong...