Postingan

Menampilkan postingan dengan label Catatanku untukmu

Kisah Pak Bijak (Harta Titipan)

Aku akan menceritakan sebuah kisah. Kisah yang mungkin sudah sering kalian dengar atau pernah kalian baca. Tapi, aku ingin menceritkakan kembali dalam catatan ini. Suatu hari, sebut saja namanya Pak Bijak sedang dalam perjalanan pulang seusai bekerja di kantor. Hari itu, dengan raut muka yang cerah, Pak Bijak mengendarai sepeda motor butunya. Ketika dalam perjalanan, dia sudah membayangkan rencana besar untuk membahagiakan istrinya. Dia berencana ingin membelikan sebuah mobil baru, karena hari itu Pak Bijak mendapat Tunjangan Akhir Tahun dari kantornya sebesar 200 juta. Dia sudah membayangkan, dengan uang segitu dia akan membelikan sebuah mobil yang sudah lama dia dan istrinya rencanakan. Ketika perjalanan pulang, tiba-tiba dia menerima sms dari saudaranya dikampung. Begini nih bunyi smsnya : Assalamualaikum mas. Mas ada simpanan uang gak? Ternyata almarhum bapak sebelum meninggal punya hutang yang belum terbayar sebesar 80 juta. Kalau mas ada simpanan minta tolong bantuannya ...

Jika Kelak Anaku Bertanya Tentang 'Merokok' :D

Suatu ketika di perjalanan menuju lamongan, diputarlah ceramah seorang ustadz yang berbicara mengenai rokok. Well, disini ada yang suka merokok? Kita semua paham bahwa rokok ada plus minusnya. Tak mungkin juga kita mau melarang penjualan rokok di Indonesia ini. Nanti, ada suatu daerah yang notabene penghasil tembakau di Indonesia, akan melakukan protes besar besaran jika rokok dilarang. Jadi, baiklah yang sekarang merokok kita biarkan saja, mereka tau bahwa merokok itu sangat merugikan bagi kesehatan dan kantong penggunanya, tapi kalau sudah kecanduan semua peringatan tak akan mempan. Aku kelak jika mempunya anak, tentu aku akan melarang anak-anakku untuk merokok. Jika mereka tanya aku akan bercerita seperti ini. Anaku : Umi, kata temen-temenku aku orangnya cemen. Aku : lho kenapa mereka bilang begitu sayang? (sambil mengernyitkan dahi dan memeluk anakku) Anaku : soalnya, aku gak berani nyobain rokok. Kata mereka merokok itu tidak haram, jadi gak akan dosa kalau merokok....

Rasa Bersalah

Setiap orang tak suka berada di posisi salah. Benar? Jadi jangan membuat orang selalu merasa bersalah. Setiap orang pernah bersalah, karena tak akan pernah ada orang yang luput dari membuat kesalahan. Jika seseorang pernah membuat kesalahan kepada kita, jika sudah diperbaiki kesalahannya apalagi sudah meminta maaf kepada kita, jangan pernah mengungkit kesalahannya dan membuat orang tersebut selalu merasa bersalah. Meskipun, tak bisa dipungkiri bahwa ada sesuatu kepuasan dalam diri kita ketika kita bisa membuat orang merasa bersalah, dan menunjukkan kita dalam posisi benar. Tapi, percayalah, jika kamu orang yang selalu membuat orang sekitar anda selalu merasa bersalah kepadamu, maka tak aka nada yang betah bersamamu. Jadi, maafkanlah dan jangan membuat orang yang bersalah kepadamu, selalu merasa bersalah. Karena dihantui rasa bersalah itu tidak menyenangkan. Ambarawa, 13 Juli 2015 22 : 28

Cangkir dan Kopi

Gambar
Kualitas kopi tak pernah terpengaruh dengan bentuk cangkirnya. Semewah dan sebagus apapun sebuah cangkir, kualitas kopi tidak akan berubah. Jika memang kopi itu enak, mau diletakkan di cangkir biasa saja pasti akan tetap enak. Begitu juga ketika kopi itu rasanya tidak enak, mau diletakkan di cangkir super mahal dan bagus pun rasanya tidak enak. Mana yang kamu pilih? Pasti memilih kopi yang enak meskipun cangkirnya sangat biasa saja daripada kopi yang dituangkan di cangkir yang indah tapi rasa kopi nya tidak enak kan? Kopi itu ibarat hati manusia. Sebuah hadist mengatakan bahwa ada satu bagian dari manusia, jika bagian itu baik maka baik semua. Bagian itu adalah hati. Kualitas hati yang baik, itulah yang terpenting. Cangkir ibarat pakaian luar, jabatan, status sosial, dan apapun yang bisa terlihat dari luar saja. Apa gunanya jabatan dan status sosial yang bagus jika hati yang didalamnya bobrok? Tak perlu khawatir jika kamu tak punya jabatan yang bagus, harta ...

Saya (Juga) Tidak Mengucapkan Selamat Natal,

Sebenarnya, sudah lama sekali aku ingin menuliskannya. Sejak bertahun-tahun yang lalu. (ya sekitar dua tahunan yang lalu sih, hehe) Well, kemarin aku men share tulisan dari Wordpress, tulisan pak Renaldi intinya adalah tentang mengucapkan selamat Natal bagi seorang muslim.  Dan saya sejak beberapa tahun yang lalu, dan mengerti mengapa seseorang memutuskan untuk tidak mengucapkan "Selamat Natal" . Aku paham dan aku pun memtuskan untuk demikian. Hohoho dan mungkin beberapa responnya akan seperti ini "Yup, saklek banget sih. Cuma gitu aja gak mau. Emangnya kalau kita ngucapin selamat natal ke temen kita itu, secara otomatis kita akan langsung pindah kepercayaan gitu?" atau "Itu kan cuma kata-kata aja, sebagai wujud perhatian kita kepada sesama ummat. Dalam islam pun diajarkan untuk bertoleransi kan? Ngucapin aja, tapi hati kita enggak kan enggak masalah kali. Saklek banget" Dan tanggapanku adalah begini, (benerin jilbab)  Perta...

Sukses yang Berkualitas

Aku sekarang paham betul betapa pentingnya berjuang dengan sungguh-sungguh. Tak ada keberhasilan yang dicapai dengan instant. (Harusnya sih gitu) Karena, keberhasilan atau kesuksesan yang berkualitas adalah yang dicapai dengan perjuangan.  Karena di dalam perjuangan itu kita akan mendapatkan modal ketika kita sudah mencapai apa yang kita perjuangkan. Di dalam berjuang, kesabaran menjadi teman kita, Di dalam berjuang ada semangat yang selalu menyala, Di dalam berjuang , kita belajar untuk pantang menyerah. Di dalam berjuang yang paling penting adalah kita menemukan kebijaksanaan. Kesabaran dan kebijaksanaan itulah yang dibutuhkan saat kita mencapai apa yang kita inginkan. Ketika kita sudah sukses, kita harus bijak dalam mempergunakan keberhasilan kita, bijak dalam menggunakan amanah baru, bijak dalam mempergunakan kesuksesan itu dengan benar. Ketika kita sudah sukses, kita harus sabar, sabar dalam menahan diri untuk tidak sombong dan bersikap tetap rendah hati saat k...

Baik dan Benar

Antara baik dan benar. Baik belum tentu benar, benar sudah pasti baik. Baik belum tentu benar, contoh, Robinhood itu baik, karena dia memperhatikan orang-orang miskin, dia membagi-bagikan uang kepada orang yang membutuhkan. Tapi, uang itu dia dapatkan dari mencuri. Iya, dia mencuri uang dari orang-orang kaya yang pelit dan jahat, dan mungkin orang yang dicuri hartanya juga tidak akan rugi banyak ketika uangnya diambil sama Robinhood, iya tidak? Jadi, tindakan demikian itu baik, tapi tidak benar. Syarat diterimanya sebuah amal perbuatan. Ada sebuah hadits yang sering sekali kita dengar tentang niat. Yaitu, bahwa semua yang kita lakukan itu bergantung pada niat. Tapi tak hanya sampai sebatas niat, tapi niat itu dibarengi dengan cara yang benar, agar amal ibadah kita sampai pada Allah. Contoh, kita niat sedekah karena Allah , itu baik kan? Tapi ketika bersedekah dia memberikan sedekahnya dengan cara dilempar, atau ternyata uang sedekahnya itu dari hasil korupsi atau dari uang ...

Never give up being NICE ^^

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya  Aku dekat . Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah) Ku, dan beriman kepada Ku agar mereka memperoleh kebenaran. (Q.S. Al Baqarah : 186) Sesungguhnya, setiap manusia di dunia ini memiliki kecenderungan untuk berbuat baik.  Setiap orang jahat dan keji sekalian pasti memiliki sisi baik dalam dirinya. Karena, Allah menciptakan manusia lengkap dengan hati nurani. Bukankah ketika lahir, kita diciptakan dalam kondisi yang suci, dan tidak tau apa-apa? Ketika masih bayi, dan ketika kita belum dewasa, kita sudah diberikan pikiran olehNya. Kita belajar dan mencerna, awalnya mungkin kita hanya melahap semua apa yang kita lihat, kita meniru apa yang kita lihat (saat masih kecil, anggap saja ketika usia anak-anak dan belum baligh). Tapi, setelah kita tumbuh dewasa, kita berpikir, dan bisa membedakan mana yang baik ...

Bukan Tentang Masa Lalu, tapi...

Gambar
Kita semua tahu bahwa kita tidak bisa memilih kehidupan kita pada mulanya. Bagaimana kita dilahirkan kita tak bisa memilih. Kita tak bisa memilih awal hidup kita. Tapi, bukan berarti karena awal hidup kita yang tak begitu menyenangkan, kita tak berhak mendapatkan kehidupan yang layak di masa depan. Suatu hal yang bisa kita petik dari film Kung Fu Panda 2, the most favorite film I’ve ever watched .  “Your story may not have such a happy beginning, but, that doesn’t make you who you are. It is the rest of the story who you choose to be.” Tau kan kalau Po itu punya ayah seorang ayam kalkun? Gimana bisa seekor panda punya ayah seekor ayam kalkun? Karena Po waktu kecil ditemukan di bak sayur oleh si Ayah (si ayam kalkun) dan pada akhirnya si ayam kalkun merawat Po dan menjadi anaknya. Nah, suatu ketika Po mulai menanyakan siapa sebenarnya dirinya. Ingatan yang tidak menyenangkan datang dari masa lalu Po yang tidak menyeangkan, tentang dirinya yang merasa dibuang oleh orang ...

Dari Masa SD sampai LOJ #RANDOM

“ Yup, aku mau nanya serius. Setelah begini melelahkan dan sangat-sangat melelahkan seperti ini, kamu masih mau naik gunung lagi?\   “Iyalah.”   “Kenapa?”    “Karena aku kan suka tantangan. Hoho, dan perjalanan seperti ini mengajarkan kita tentang perjuangan.” Jawabku ngasal.*   CUPLIKAN percakapan saat survey LOJ Kalau ditanya, kayak gitu sebenarnya aku gak tau pasti sih jawabannya. Maklum, orang golongan darah O orangnya sangat bersemangat dan menyukai banyak hal, sehingga malah tak ada yang spesial. Tapi, entah kenapa dari dulu semenjak aku masih memakai sragam merah putih, obsesiku lebih tertarik dengan olah raga yang ekstrim-ekstrim gitu. Mungkin aku juga harus menyalahkan bapak karena dia terobsesi dengan anak cowok, secara tidak sadar telah membentukku jadi pribadi yang tomboy. Bagaimana tidak? Dari kecil sampe SMP , bapak yang selalu memotong rambutku. Dan rambutku dipotong pendek banget, diatas telinga.Bayangkan? Ketika aku memasuki mas...

Pendakian Ungaran 2

Gambar
Untuk kedua kalinya aku mendaki. Meskipun, untuk kedua kalinya juga aku mendaki di gunung yang sama. Sebuah gunung dengan ketinggian kurang lebih 2000 meter (yang tergolong kecil). Gunung Ungaran. Dulu pertama kalinya mendaki gunung ini, aku melewati jalur Mawar, Bandungan. Tapi, pendakian kali ini, hmmm… melewati Medini Kendal. Kukira karena dari bawah ke promasan naik motor akan sedikit mengurangi rasa capek dan lelah. Tapi, ternyata aku salah, naik motor ternyata lebih capek dan melelahkan. Ditambah lagi, kasian motor. Sungguh kasian. Pulang-pulang harus segera check up semuanya. Jalur motornya wuuiihh bagi ku sih mengerikan :3 Baiklah aku harus mulai dari mana ya? Peserta (maaf hanya menyebutkan inisial ya, takutnya ada yang gak berkenan disebut *eh)   Awalnya aka nada tujuh orang peserta, tapi entah jadinya yang ikut jadinya Cuma lima orang doang. Ya, lumayanlah nambah satu dari tahun kemarin. Kalau tahun kemarin, ceweknya tiga cowoknya satu. Sekarang cewe...

Wanita Mencipta Peradaban (wuiih) :D

Tadi siapa yang bilang? Laki-laki datang dari Mars, dan wanita datang dari Venus. Aku jadi penasaran, mengapa demikian? Itu tadi pendapat John Gray (kalau tidak salah). Lebih jauh, aku ingin mengungkapkan pendapatku sendiri. Tentang emansipasi wanita. Emansipasi seperti apa yang harus kita harapkan di jaman sekarang. Dulu mungkin (sekali lagi mungkin) Kartini memperjuangkan persamaan hak wanita karena dahulu, wanita (yang bukan) keturunan ningrat, tidak diperbolehkan untuk belajar. Jelas, ini tidak adil. Aku setuju. Tapi sekarang? Emansipasi seperti apa yang harus diharapkan lagi? Bukankah sekarang wanita bisa belajar setinggi mungkin? Menurutku, point itu saja yang harus digaris bawahi bahwa wanita memang butuh pendidikan. Pendidikan yang layak dan kalau bisa pendidikan yang tinggi. Kau tau? Wanita belajar setinggi mungkin bukan untuk menyaingi pria. Bukan gaji yang tinggi, atau jabatan yang tinggi yang ingin dicapai. Berbeda dengan pria, yang (mungkin saja) menempuh pendi...

Jangan Berhenti untuk PEDULI

Malam ini ditampilkan kembali berita mengenai Iqbal si bocah balita yang malang. Masih ingatkah kamu beberapa minggu yang lalu diberitakan di Metro TV tentang penganiayaan yang sangat-sangat keji terhadap bocah balita Iqbal. Kata keji sepertinya masih terlalu halus, bukan hanya keji, tapi rasanya brutal, tidak berperikemanusiaan, gak punya hati, ah apa ya kata yang pantas menggambarkan orang seperti itu. Iqbal, bocah balita itu terluka sangat parah di sekujur tubuhnya. Disulut rokok, ditusuk paku, digigit, dipukul, dan masih banyak lagi perlakuan kejam Dadang, seorang (aku gak rela dia masih tergolong manusia) yang telah menculik Iqbal dari ibunya. Dan yang lebih lebih lebih kejam lagi, dia dengan sengaja membiarkan anak itu dalam keadaan menderita untuk kepentingan perutnya sendiri. Dia mengeksploitasi Iqbal dengan memperlihatkan Iqbal yang menderita kesakitan (yang kukira teramat sakit) untuk meminta belas kasihan orang lain. Aaarrggg!!! rasanya kalau ketemu orang itu pengen ...

Cinta Tidak Harus Memiliki, belajar Patah Hati dari Salman Al Farisi

Gambar
Terkadang aku memang harus membaca buku-bukuku yang sudah lama aku beli namun tidak selesai membacanya. Buku-buku selain fiksi, biasanya aku biarkan begitu saja di rak, dan jika butuh baru aku baca. Seperti buku-buku psikologi, kepribadian, kesehatan, atau buku tentang bagaimana meraih mimpi, dan sejenisnya, Kembali teringat buku Salim A Fillah, yang sudah lama aku punyai tapi aku belum pernah selesai membacanya. Bukunya bagus, tapi aku membacanya jika aku lagi ingin menyeimbangkan pikiranku yang sedang butuh pencerahan agar tidak galau. Kebetulan buku yang aku baca berjudul "Jalan Cinta Para Pejuang". Yap! Kali ini aku membaca sebuah kisah dari salah satu tokoh favoritku, Salman Al Farisi, yang karena aku sangat menyukainya, maka nama belakangnya pun aku jadikan nama belakangku sebagai nama penaku.  Berbicara tentang cinta. Belajar dari seorang luar biasa Salman Al Farisi, seorang pemuda asal Persia. Seorang pemuda yang sudah saatnya menikah. Maka sebagai pemuda...

Kenapa Benci Rohis? (Tanya Kenapa?) part 2

Masih Nglanjutin.. Apakah Seringnya Anak Rohis yang mimpin lembaga? Ada yang salah? Toh, pemilihan ketua juga diikuti sesuai jalur dan sesuai persyaratan. Dan siapapun boleh ikut dan gabung, siapapun. Nah, kita sebagai seseorang yang normal, wajarlah kalau mereka punya keinginan dan cita-cita memiliki pemimpin yang seperti apa. Nah, karena mereka punya keinginan, maka kita berusaha untuk itu kan? Nah, dengan mendukung atau dengan mengajukan calon yang sesuai dengan yang mereka inginkan untuk jadi pemimpin. Nah kebetulan, seringnya anak-anak berbackground rohis itu ngajuin, dan memenangkannya. Ya, itu karena mereka berusaha mendapatkan pemimpin yang mereka inginkan. Dan semua juga berhak kayak gitu. Kalian ajuin aja pemimpin yang kalian inginkan, alurnya sama dan syaratnya juga sama. Terus kalau kenyataannya anak yang dari background rohis itu kok pada akhirnya yang menang, ya apakah itu salah mereka? Apakah itu salah gue? Salah temen TK gue? Kan udah dipilih oleh rakyat se...

Kenapa Benci Rohis? (Tanya Kenapa?) part 1

Hi, Long time no see. Sambil nyapu-nyapu dan bersihin sarang laba-laba di blog ini. Ah, sudah lama sekali tidak menulis. Padahal biasanya kalau nulis juga enggak penting. Whatever. Please read if you wanna read, and just close this site and ignore. Take it easy. Hmm.. perkenalkan, kata temen-temen gue, gue orangnya cuek, peduli amat apa kata orang. Itu gue. Ya, ada benarnya kata temen-temen itu. Tapi, sebenarnya cuek itu bisa baik bisa buruk. Cuek itu harus pada tempatnya. Nah, parahnya terkadang gue salah nempatin cuek itu. *KHILAF...hahaha “Gue sih cuek”  satu frasa yang ampuh banget buat nanggepin hater hater yang sebenarnya mereka enggak tau kenapa jadi hater. They do not really know what they hate exactly. Sik sik bentar, ini tentang apa? Ini tentang segolongan orang yang benci anak-anak rohis. Eh, gue gak vulgar banget kan? Ini termasuk sara gak? Ini dari sudut pandang gue aja. Gak ngerti kenapa ada orang-orang yang segitu bencinya sama Rohis. Setahu gue kegiata...