Langsung ke konten utama

Kenapa Benci Rohis? (Tanya Kenapa?) part 1

Hi, Long time no see. Sambil nyapu-nyapu dan bersihin sarang laba-laba di blog ini. Ah, sudah lama sekali tidak menulis. Padahal biasanya kalau nulis juga enggak penting. Whatever. Please read if you wanna read, and just close this site and ignore. Take it easy.

Hmm.. perkenalkan, kata temen-temen gue, gue orangnya cuek, peduli amat apa kata orang. Itu gue. Ya, ada benarnya kata temen-temen itu. Tapi, sebenarnya cuek itu bisa baik bisa buruk. Cuek itu harus pada tempatnya. Nah, parahnya terkadang gue salah nempatin cuek itu. *KHILAF...hahaha

“Gue sih cuek”  satu frasa yang ampuh banget buat nanggepin hater hater yang sebenarnya mereka enggak tau kenapa jadi hater. They do not really know what they hate exactly. Sik sik bentar, ini tentang apa? Ini tentang segolongan orang yang benci anak-anak rohis. Eh, gue gak vulgar banget kan? Ini termasuk sara gak?

Ini dari sudut pandang gue aja. Gak ngerti kenapa ada orang-orang yang segitu bencinya sama Rohis. Setahu gue kegiatane enggak aneh-aneh. Dan insyaallah masih dalam syariat Islam. Kenapa? Coba berikan aku alasan kenapa kalian benci anak rohis?

 Apa karena jilbabnya kegedean kayak taplak?
Penah nih gue ngikutin timelinenya salah satu follower gue, halah, pokoke seseorang. Dia intinya ngetwit tentang anak rohislah. Dia bilang, “Jilbabnya rangkep-rangkep gitu enggak kepanasan apa? Pakaiannya juga rangkep rangkep”.  Terus dia nerusin (lupa redaksinya gimana intinya...) jilbabnya rangkep rangkep padahal krudungnya baunya enggak enak. Allah kan cinta kebersihan.

Dalam hati gue pengen bilang. Yaelah, plis deh mbak. Sini yang make kok situ yang sewot? Enggak panas tuh, biasa biasa aja, soalnya neraka lebih panas. Masa ya salah kalau kita Cuma mau mencoba sebisa mungkin nutupin aurat kita aja, sesuai dengan yang diperintahkan? Kita sih nyaman-nyaman aja.Itu krudung dirangkep karena nrawan, biar enggak nrawang ya dirangkep. Masa kayak gitu gak boleh? Terus, kalau yang komen kedua itu, ya bener Allah cinta kebersihan. Nah, itu ada benernya juga terkadang banyak yang krudungnya apek, mungkin saja krudungnya dipake beberapa kali, kalo itu gue setuju sama mbak itu. Nasihat untuk muslimah, kalau pake krudung, sekiranya sudah apek cepetan diganti. Kasihan yang dideketnya gak nyaman, dan malah menimbulkan kesan negatif bagi kita sendiri, kayak komen yang diatas.

Apa karena kelakuan beberapa orang yang dinilai tidak baik?
Masih dengan pelaku yang sama, gue sengaja stalking twitternya pas dia ngetwit njelek-jelekin anak rohis. Kata dia banyak kok bagian dari kalian (maksudnya rohis) yang kelakuannya minus, bahkan lebih parah dari yang enggak ikutan.
Dalam hati gue pengen bilang. Itu gak adil juga kali, mengeneralisasikan sesuatu gitu. Seringnya orang berkomentar, “ anak rohis kok begitu, anak rohis begono, anak rohis kok begene, anak rohis kok. (laiinya). Seolah olah anak rohis itu bukan manusia yang tak bisa salah. Orang yang masuk rohis itu bukanlah orang yang sempurna seperti dewa, bukanlah orang yang tau segalanya tentang agama. Tapi, orang-orang yang mau masuk rohis ya karena punya niat pengen memperbaiki diri, pengen belajar bareng, justru gue sendiri ikut rohis karena gue ngrasa gue perlu banyak hal yang ingin gue ketahui dan ada banyak hal yang ingin gue pelajarin. Jadi wajar, kalau anak rohis itu terkadang melakukan kesalahan juga. Karena kita berproses, bermetamorfosa, ingin menjadi lebih baik. Jujur, dari sekian jenis lembaga yang gue ikuti, gue paling nyaman di rohis. Kekeluargaannya tinggi banget. Kita perlu berjamaah dan saling menguatkan. Kalau salah ada yang ngingetin. Berkumpul dengan orang-orang baik, insyaallah akan ketularan baik juga. Insyaallah.
Tapi, nasihat juga buat anak rohis, dibilang kelakukan minus tentu enggak mau kan? Tapi, tetep jadi diri sendiri aja.

 Apa karena kalau rapat berjauhan?
Pernah gue denger, beberapa orang sengaja mengolok-olok anak rohis karena kalau rapat cewek cowok dipisah terus duduknya agak berjauhan. Dalam hati gue pengen bilang, terus ada yang salah? Masalah gak buat kamu? Mereka aja jalaninya nyantai aja. Menurut gue sih, fine fine aja tuh rapat kayak gitu. Toh tetep juga menghasilkan. Itu kan salah satu usaha untuk menjaga. Masa gitu enggak boleh? Namanya juga rohis, jadi ya sebisa mungkin menerapkan adab-adap dalam islam. ada masalah dengan itu?

 Apakah karena enggak modis?
Enggak juga, anak rohis juga bisa tetep modis tapi tetep syar’i dan cantik. Pengakuan dari beberapa cowok, bahwa mereka ngaku kalau liat cewek cantik berkerudung dengan sempurna itu seneng liatnya, adem katanya. Nah lo...

Apakah karena seringnya anak Rohis jadi Mapres?
Ada yang salah dari itu? Sebagai seorang muslim, ada banyak tokoh tokoh islam yang brilian, cerdas, dan keren. Merka belajar dari tokoh tokoh itu. Iya, banyak juga kan MAPRES yang backgroundnya anak rohis? Kalian gak liat itu? (Itu bukan riya lho), tapi emang ada yang salah gitu? Sehingga kalian jadi sebel sama rohis?

to be continued....

Komentar

Posting Komentar

I will be happy reading your comment and response. Tell me what you think please :D

Paling sering dibaca

The Gogons “James and the incredible incidents” by Tere Liye

Buku setebal 288 halaman terbitan Gramedia tahun 2006 ini kedua kalinya gue baca. Awal baca salah satu karya TERE LIYE ini, dulu sekali pas kira-kira aku masih SMP. Maklum, dari dulu gue emang gadis perpus banget lah (info kagak penting). Nah, dulu belum ngerti bener siapa itu Tere Liye.   Nah, pas kemarin liat-liat di perpus, gue liat buku itu. Nah, gue udah baca tuh buku, gue inget banget. Tapi lupa ceritanya, dan ternyata itu karya TERE LIYE.  Jenis novel itu adalah metropop. Jarang-jarang kan tere liye nulis jenis Metropop. Jadi gue baca lagi dan ternyata bagus. Meskipun buku ini adalah jenis metropop, dari dulu Tere Liye emang udah punya ciri khas. Meskipun di buku berjenis Metropop, itu pun masih Tere Liye banget. Dan ini buku yang gue sebut sebagai metropop sopan. Kenapa, yaa meskipun metropop, yang menceritakan tentang berbagai lika-liku permasalahan orang-orang metropolitan dengan segala life stylenya, bagi orang desa   nan sederhana kayak gue, life s...

Rejeki yang tersembunyi

sumber : google Rejeki itu bisa berupa apa saja. Diberi tetangga dan teman yang baik. Diberi kemudahan dalam urusan. Diberi kenikmatan tidur dan makan. Diberi bantuan tiba tiba ketika kita sangat membutuhkan. Itu semua rejeki menurut saya. Pernah baca dan kembali mengulang ceramah Ustad Salim A Fillah tentang rejeki. Rejeki itu bukan dari gaji. Gaji besar belum tentu itu adalah rejeki kita.  Seorang pengusaha dengan omset ratusan juta rupiah per bulan. Dia mampu beli kasur termahal dan ternyaman di dunia, tapi dia hanya bisa tidur di lantai dengan alas tiker buatan Muntilan. Dia diundang ke berbagai kota disewakan hotel yang mahal dan nyaman namun ketika tidur, ia membuka tas ranselnya dan mengeluarkan tiker lipet yang selalu dia bawa. Digelarlah tiker itu di lantai, dan tidurlah ia dengan lelap.Ya begitulah, rejekinya memang begitu.  Ada juga seseorang yang kaya raya bisa beli makanan apapun yang mahal dengan hartanya. Namun dia tidak bisa menikmatinya. Kena...

Selamat Datang 2019

2018 terasa kosong 2018 terasa hampa Tak ada pencapaian Karena tak ada yg ingin dicapai Tak seru Tak ada gairah Terasa flat Maka di tahun 2019 ini Harus punya target Harus punya keinginan kuat Terutama dalam hal ibadah Rumah di dunia ada Tapi merobohkan tempat tinggal di akhirat sana Padahal disanalah asal kita Kembali padanya Maka tak akan ada rasa kecewa Ibadah terasa biasa saja Karena tak ada cita cita Hanya Dia Yang bisa mencipta bahagia Hanya Dia yang bisa menghapus segala duka Mencegah semua bencana 2019 stop ghibah Perbanyak ibadah 2019 banyak senyum Kurangi manyun 2019 fokus usaha Hindari foya foya 2019 perbanyak baca Kurangi nonton drama 2019 harus lebih baiqq