Langsung ke konten utama

Never give up being NICE ^^

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya  Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah) Ku, dan beriman kepada Ku agar mereka memperoleh kebenaran.
(Q.S. Al Baqarah : 186)


Sesungguhnya, setiap manusia di dunia ini memiliki kecenderungan untuk berbuat baik.  Setiap orang jahat dan keji sekalian pasti memiliki sisi baik dalam dirinya. Karena, Allah menciptakan manusia lengkap dengan hati nurani.


Bukankah ketika lahir, kita diciptakan dalam kondisi yang suci, dan tidak tau apa-apa? Ketika masih bayi, dan ketika kita belum dewasa, kita sudah diberikan pikiran olehNya. Kita belajar dan mencerna, awalnya mungkin kita hanya melahap semua apa yang kita lihat, kita meniru apa yang kita lihat (saat masih kecil, anggap saja ketika usia anak-anak dan belum baligh).

Tapi, setelah kita tumbuh dewasa, kita berpikir, dan bisa membedakan mana yang baik dan yang benar. Semua manusia (yang normal) pasti bisa membedakan mana yang baik dan yang benar. Pasti itu.
Kita tau, membicarakan orang itu tidak baik. Kita tau sedekah itu baik. Kita tau berbohong itu tidak baik, dan kita tau bahwa jujur itu baik dan lain lain. Intinya kita sudah paham mana yang baik dan mana yang benar.

Dan, sekarang adalah prakteknya. Dalam prakteknya, meskipun tau mana yang baik dan mana yang benar, kita sering melakukan hal yang salah. Dan terus menerus berulang melakukannya. Itu tanda bahwa hawa nafsu kita sedang Berjaya.

Setan adalah musuh nyata bagi manusia, dan hawa nafsu adalah hal yang harus kita perangi. Setan membuat hawa nafsu itu terasa indah, padahal kita tau hal yang indah dan menyenangkan itu belum tentu baik. Iya bukan?

Dan jihad yang paling besar adalah berjihad melawan hawa nafsu.
Well, sebenarnya, yang ingin aku katakan adalah bahwa jangan pernah kita menyerah terhadap rahmat Allah. Jangan pernah kita berputus asa. Aku tau, bahwa kita sering salah karena hawa nafsu mengalahkan akal kita, tapi Allah Maha Pengampun guys, segeralah Bertobat.

Jangan pernah berpikiran bahwa “Ah, aku ini memang orang hina,  berlumur dosa, aku gak pantas begini dan begitu…”
Janganlah demikian, jangan berputus asa untuk berbuat baik.  KARENA janji Allah itu nyata. Jangan pernah meragukanNYA. Jangan nyerah, sehina apapun dirimu, Allah tetap ada untukMu, jika kau kembali kepadaNya. Jangan pernah berhenti untuk berbuat baik, jangan berputus asa, meskipun balasan itu kadang tampak abstrak, tapi Allah tidak tidur, dia selalu mencatat apa yang kita kerjakan. Jangan berhenti berbuat baik.

@ayufialfarisi 

Ambarawa, 29 September 2014 5 : 22 am


*ketika otaknya lagi bener, aku suka buat catatan-catatan kayak gini, biar kalau pas lagi geje, baca tulisan sendiri bisa mengembalikanku ke jalan yang benar #halah :D 
*lagi sok bijaksana :D 


Komentar

Paling sering dibaca

The Gogons “James and the incredible incidents” by Tere Liye

Buku setebal 288 halaman terbitan Gramedia tahun 2006 ini kedua kalinya gue baca. Awal baca salah satu karya TERE LIYE ini, dulu sekali pas kira-kira aku masih SMP. Maklum, dari dulu gue emang gadis perpus banget lah (info kagak penting). Nah, dulu belum ngerti bener siapa itu Tere Liye.   Nah, pas kemarin liat-liat di perpus, gue liat buku itu. Nah, gue udah baca tuh buku, gue inget banget. Tapi lupa ceritanya, dan ternyata itu karya TERE LIYE.  Jenis novel itu adalah metropop. Jarang-jarang kan tere liye nulis jenis Metropop. Jadi gue baca lagi dan ternyata bagus. Meskipun buku ini adalah jenis metropop, dari dulu Tere Liye emang udah punya ciri khas. Meskipun di buku berjenis Metropop, itu pun masih Tere Liye banget. Dan ini buku yang gue sebut sebagai metropop sopan. Kenapa, yaa meskipun metropop, yang menceritakan tentang berbagai lika-liku permasalahan orang-orang metropolitan dengan segala life stylenya, bagi orang desa   nan sederhana kayak gue, life s...

Rejeki yang tersembunyi

sumber : google Rejeki itu bisa berupa apa saja. Diberi tetangga dan teman yang baik. Diberi kemudahan dalam urusan. Diberi kenikmatan tidur dan makan. Diberi bantuan tiba tiba ketika kita sangat membutuhkan. Itu semua rejeki menurut saya. Pernah baca dan kembali mengulang ceramah Ustad Salim A Fillah tentang rejeki. Rejeki itu bukan dari gaji. Gaji besar belum tentu itu adalah rejeki kita.  Seorang pengusaha dengan omset ratusan juta rupiah per bulan. Dia mampu beli kasur termahal dan ternyaman di dunia, tapi dia hanya bisa tidur di lantai dengan alas tiker buatan Muntilan. Dia diundang ke berbagai kota disewakan hotel yang mahal dan nyaman namun ketika tidur, ia membuka tas ranselnya dan mengeluarkan tiker lipet yang selalu dia bawa. Digelarlah tiker itu di lantai, dan tidurlah ia dengan lelap.Ya begitulah, rejekinya memang begitu.  Ada juga seseorang yang kaya raya bisa beli makanan apapun yang mahal dengan hartanya. Namun dia tidak bisa menikmatinya. Kena...

Selamat Datang 2019

2018 terasa kosong 2018 terasa hampa Tak ada pencapaian Karena tak ada yg ingin dicapai Tak seru Tak ada gairah Terasa flat Maka di tahun 2019 ini Harus punya target Harus punya keinginan kuat Terutama dalam hal ibadah Rumah di dunia ada Tapi merobohkan tempat tinggal di akhirat sana Padahal disanalah asal kita Kembali padanya Maka tak akan ada rasa kecewa Ibadah terasa biasa saja Karena tak ada cita cita Hanya Dia Yang bisa mencipta bahagia Hanya Dia yang bisa menghapus segala duka Mencegah semua bencana 2019 stop ghibah Perbanyak ibadah 2019 banyak senyum Kurangi manyun 2019 fokus usaha Hindari foya foya 2019 perbanyak baca Kurangi nonton drama 2019 harus lebih baiqq