Langsung ke konten utama

Postingan

Sekolah Swasta dan Dilema ‘Ikhlas’ Orang Tua”

Bismillah... Ini bulan Juni. Artinya apa? Tiada yang lebih indah selain hujan di bulan Juni? Bukan. Bulan Juni bagi emak-emak artinya waktunya perpisahan sekolah anak (kalau sudah selesai), pendaftaran ke sekolah baru, dari TK ke SD, SD ke SMP, SMP ke SMA, SMA ke Universitas, juga kenaikan kelas.  Intinya bulan Juni dan Juli ini biaya yang dikeluarkan tentu lebih banyak dari biasanya. Meskipun bisa disiapkan sebelumnya. Nah, aku mau cerita tentang sebuah sekolah TK swasta islam dimana mereka menarik uang kenang-kenangan. Ya, ini adalah sekolahnya anakku. Sebenarnya sangat wajar dan jumlahnya juga tidak terlalu besar. Tapi, sayang sekali sekolah itu tidak memiliki komite yang benar-benar bekerja, sebab sekolah tersebut seperti tidak mau orang tua terlibat soal urusan sekolah. Hampir semua keputusan yang seharusnya juga melibatkan orang tua itu diputuskan yayasan sendiri.  Ketika kami beberapa yang bertanya, kenang-kenangannya mau dibelikan apa? Yayasan menjawab itu untuk pemban...

Tidak ada judul

 Bismillah Aku merasa bebas menulis disini karena aku yakin tidak akan ada yang membaca. Eh, ternyata ada yang melihat tulisanku, jumlahnya tiga orang. Eh atau jangan-jangan itu aku sendiri yang melihat situs blog ini? Kayaknya itu jawaban yang masuk akal.  Jaman sekarang masih adakah yang nulis di blog? Masih tapi tidak banyak. Tapi bukan itu yang ingin aku ceritakan hari ini.  Aku baru menonton Jae'sok B&B rules, selesai 5 episode sesi pertama aku menangis. Sebab aku seperti ikut merasakan apa yang peserta B&B rasakan.  Rasanya melegakan ketika ada orang yang bisa mengerti kita tanpa harus kita bercerita. Setiap peserta pasti punya masalah dan kekhawatiran masing-masing dalam hidupnya. Di sana mereka bisa bersantai sejenak dengan kebanyakan orang yang tidak saling kenal, dengan demikian mereka bisa bebas berekspresi.  Setelah selesai acara, meski mereka kembali ke kehidupan masing-masing dan menghadapi kehidupan nyata mereka kembali dengan hati yang fu...

Cita Cita terbaru

Bismillah Betapa kematian itu adalah sesuatu yang tak pernah kita duga datangnya. Siang sehat sore sudah tidak tinggal nama. Aku lebih suka datang ke pemakaman daripada ke kondangan. Sebab, sekali lagi kita akan diingatkan, bahwa kematian itu dekat. Apa yang kita kejar, apa yang kita dapatkan di dunia tak ada gunanya. Rumah, target tabungan, kendaraan semuanya akan kita tinggalkan, kecuali kita menggunakannya untuk kebermanfaatan.  Maka, kalau boleh, aku pengen menjadi orang yang baik dan suka menolong. Hahaha, aku menertawakan diri sendiri. Kayak aneh kan keinginan kayak gitu. Aku merasa aku tidak masalah jika aku dimanfaatkan semua yang aku punya untuk kebaikan. Tapi, aku sendiri sudah bisa memberikan batas. Kalau aku akan menolong sesuai kemampuanku, dan aku merasa aku bukan people pleaser sehingga aku tetap akan menyenangkan bagiku tapi bisa juga menolong orang. Sebab aku menolong sesuai kemampuanku. Jadi kalau ada kesempatan untuk berbuat baik, aku ingin sekali membantu apapun...

Jangan Sampai Menyesal

Kamu pasti menyesal ketika kamu mati Kamu pasti pernah merasa menyesal kan? Kayak aku sekarang, menyesal kenapa dulu ketika masih kuliah diberikan banyak kesempatan baik kenapa tidak aku manfaatkan dengan baik. Ada juga aku menyesal ketika aku masih usia lebih muda dari sekarang, aku melakukan banyak hal bodoh. Kenapa ya aku dulu bersikap seperti itu. Bahkan sampai sekarang pun, terkadang sedang menyetir sendirian dan tiba-tiba aku teringat dengan hal hal bodoh yang aku lakukan di masa lalu. Dan merasa menyesal, iih kenapa sih aku kayak gitu? Apakah kamu pernah juga merasakan hal yang sama? Penyesalan pasti pernah dirasakan oleh setiap orang. Entah itu menyesal atas apa yang dilakukan di masa lalu atau menyesal atas apa yang belum atau tidak dilakukan di masa lalu. Nah, nanti kalau kita sudah meninggal, lalu kita menunggu di alam kubur setiap manusia pasti merasakan penyesalan dan mereka meminta untuk dikembalikan hidup lagi di dunia. Orang yang terlalu banyak melakukan dosa dia ...

Nulis Lagi

Sekarang masih ada gak sih yang masih suka baca blog? Dulu karena sosmed paling banter ya FB, bagi yang suka menulis ya nulisnya di blog atau di twitter. Sudah lebih dari sepuluh tahun sejak blog ini dibuat.  Ketika membaca tulisanku yang dulu, wah sungguh aku memalukan. Tapi, aku memang tidak akan menghapus karena bagian dari proses. Setelah sekian lama, akhirnya aku memberanikan diri untuk menulis dan diterbitkan. Aku tidak ingin menyesal karena tidak pernah mencoba. Kalau dulu aku ingin sekali menjadi penulis, ya sudah aku mau berusaha mewujudkannya.  Tulisan yang bagus itu tidak datang tiba-tiba. Tulisan yang bagus itu karena masalah jam terbang. Semakin banyak kamu menulis, semakin bagus tulisan kamu. Itu sih yang aku yakini. Penyakit penulis pemula adalah tidak menyelesaikan tulisan yang sudah dimulai. Menyelesaikan sebuah cerita saja itu sudah pencapaian yang bagus bagiku. Masalah bagus atau tidak, ya nanti kita coba baca lagi.  Wajarlah kalau misal tulisan pertama...

Bacakan Buku Sejak Bayi

Dulu ada film berjudul Baby Day's Out yang bercerita tentang seorang bayi sekitar umur sepuluh bulanan dari seorang keluarga yang kaya raya. Bayi ini sudah dipantau oleh penjahat yang ingin menculik bayi ini untuk meminta tebusan. Di awal film diperlihatkan sang bayi dibacakan buku oleh baby sitternya sebelum tidur. Singkat cerita penjahat berhasil menyamar menjadi tukang foto lalu menculik bayi itu. Dibawalah bayi itu ke markasnya. Ternyata hal ajaib terjadi, karena bayi itu berhasil kabur. Ya, dia teringat semua gambar yang pernah diceritakan dibukunya oleh sang baby sitter, sepanjang film bayi merangkak itu bertualang mengunjungi semua hal yang dia ingat di dalam buku. Naik bus, ke kebun binatang, dan sebagainya. Ajaib tentu saja, bayi itu selalu bisa lolos dan kabur dengan selamat melewati jalan raya, hampir ketabrak truk, masuk kandang gorila, naik ke atas kontruksi bangunan yang tinggi. Kayaknya tidak mungkin hal itu terjadi, ya namanya juga film. Jadi itu memang hanya terjad...

Berproses

Dulu aku selalu membayangkan bahwa ketika aku dewasa sekarang aku ingin menjadi hebat, bermanfaat dan berdampak besar. Seperti aku harus menemukan sesuatu yg bermanfaat atau jadi founder sesuatu yg berdampak besar gitu. Tapi semua itu tidak terjadi di masa dewasaku. Lalu darimana datangnya kepercayaan diri yang tinggi itu? Aku teralu mudah kagum dan banyak terinspirasi sama banyak orang yg berdampak besar, dan dengan pedenya aku merasa aku bisa. Nyatanya? Begitulah yang terjadi jika mimpi besar tidak disertai dengan tindakan, bercampur rasa kepedean yg tinggi agak sedikit sombong dihati. Bukan mimpi tapi angan angan kosong. Setelah kudalami diriku. Ternyata aku tak perlu muluk harus berdampak besar seperti mereka. Mereka mungkin memang bisa, tapi jika tak bisa. Tak perlu mengukur diri dengan orang lain. Ukurlah diri sendiri dari masa lalu. Berusaha jadi the best of me dan tak perlu ngoyo. Terima diri apa adanya dan banyak belajar. Minimal harus berdampak bagi diri sendiri deng...

Writing is healing

Writing is healing. Pernah baca artikel isinya tentang kesembuhan marsyanda yang punya penyakit bipolar. Sekarang dia dinyatakan sudah sembuh. Ternyata salah satu terapinya adalah menulis setiap hari. Maka, jika rasanya berat dada menyesak. Karena lelah yang terus menerus, atau masalah yang tak bisa dibagi bebannya karena menjaga izzah sebagai istri, mungkin menulis bisa menjadi solusi. Selamat menulis kembali. @ayufialfarisi Bogor, 12 November 2019 Selasa, 14:06 

Sabar, satu per satu

Sering kali bertemu pada situasi Dimana pekerjaan terlalu banyak untuk dikerjakan Ketika waktu bekejaran Menuntut agar kerjaan segera beres Aku selalu inget pesan dalam buku #nkcti Sabar, satu per satu Sebanyak apapun pekerjaan yg harus diselesaikan, pokoknya kerjain aaja dulu yg bisa dikerjain. Kalau uda selesai lanjut kerjain yg lain. Sibuk bergerak, lalu selesailah semua @ayufialfarisi Minggu, 10 November 2019 Bogor, 21 : 47

Ada yg tak terpejam

Ada yg tak terpejam Ada yg masih bergumul dengan kerjaan Ada yg terlelap mudah Kau ciptakan malam untuk melepas lelah Tapi ada yg tak terpejam Entah apa yg membuatnya gundah Apakah ini semacam isyarat Agar ia kembali mendekat Di tengah malam yg pekat Meminta segala hajat Melepaskan keluh kesah Ditengah penat dan lelah Dia terlalu sayang padanya Dibiarkan matanya tak terpejam Bogor, 20 Agustusn 2019 02:09

Rejeki yang tersembunyi

sumber : google Rejeki itu bisa berupa apa saja. Diberi tetangga dan teman yang baik. Diberi kemudahan dalam urusan. Diberi kenikmatan tidur dan makan. Diberi bantuan tiba tiba ketika kita sangat membutuhkan. Itu semua rejeki menurut saya. Pernah baca dan kembali mengulang ceramah Ustad Salim A Fillah tentang rejeki. Rejeki itu bukan dari gaji. Gaji besar belum tentu itu adalah rejeki kita.  Seorang pengusaha dengan omset ratusan juta rupiah per bulan. Dia mampu beli kasur termahal dan ternyaman di dunia, tapi dia hanya bisa tidur di lantai dengan alas tiker buatan Muntilan. Dia diundang ke berbagai kota disewakan hotel yang mahal dan nyaman namun ketika tidur, ia membuka tas ranselnya dan mengeluarkan tiker lipet yang selalu dia bawa. Digelarlah tiker itu di lantai, dan tidurlah ia dengan lelap.Ya begitulah, rejekinya memang begitu.  Ada juga seseorang yang kaya raya bisa beli makanan apapun yang mahal dengan hartanya. Namun dia tidak bisa menikmatinya. Kena...

Kisah yang Mengajarkan Kita Untuk Move On

RESENSI BUKU Dok. Pribadi Judul              : Dilarang Bercanda dengan Kenangan Penulis             : Akmal Nasery Basral Penerbit            : Republika Cetakan            : Pertama, November 2018 Tebal                : 466 halaman Hanya kebetulan Jo bertemu dengan Aida. Di suatu kesempatan pada peristiwa yang dikenal dunia yaitu kematian Princess Diana. Ketika seluruh dunia berkumpul di London untuk menyaksikan pemakaman Putri Diana, begitu juga dengan Jo yang saat itu kebetulan sedang belajar di inggris. Aida seorang jurnalis Yordania kebetulan sedang meliput peristiwa bersejarah tersebut. Singkat cerita Aida dan Jo berkenalan di sebuah kafe dan mereka akhirnya menginap di penginapan yang sama. Aida me...

Jangan Tenggelam! Menyelamlah!

Sumber : google Dulu waktu masa kuliah aktivis super sibuk. Jadi bagian penting dalam organisasi. Tak hanya satu tapi dua atau tiga. Terbiasa dengan laporan. Terbiasa dengan kegiatan dan bertemu dengan banyak orang. Rasa ingin berbuat banyak dan bermanfaat bagi banyak orang. Terbiasa dengan banyak kegiatan dan mengatur waktu untuk akademis dan organisasi. Senang bertemu dengan orang baru setiap kali mengadakan event event diluar kampus. Sering keluar kota melakukan perjalanan sendiri ( dengan beraninya) demi menambah pengalaman dan pertemanan. Link pertemanan pun meluas tak hanya lingkup satu kampus tapi menasional. Lalu tiba tiba dihadapkan dengan pekerjaan domestik beberes, masak ngurusin baby : mandiin, kasih makan, ngajakin main. Semua teman yang biasanya diajakin jalan mundur teratur. Jarang ketemu orang baru untuk diskusi atau sharing. Terasa Stuck dan ilmunya gak berkembang. Terasa tidak produktif lagi. Kesepian! Apakah ada yang merasa demikian? Jika iya. Tenang! ...

Ibu yang baik tak berhenti belajar

Wanita harus tetap terus belajar setinggi mungkin karena anaknya kelak berhak mendapat ibu yg pintar. Saya setuju dengan pendapat ini. Memang tidak ada jaminan kalau punya ibu yang lulusan S3 Harvard akan berhasil mendidik anaknya dengan baik. Ada juga ibu ibu yang tidak sekolah tinggi tapi anaknya jadi anak yang soleh solehah dan sukses. Jadi apa kuncinya menjadi ibu yang baik? Saya sendiri selalu punya ketakutan jika saya salah mendidik anak. Takut tidak bisa menjadi ibu yang baik bagi anak saya. Sebab mendidik anak adalah sebuah proses yang tak bisa diralat.  Namun jika seorang ibu mau terus belajar dari mana saja, dari ibu dan dari mana saja saya yalin dia akan terus mengupgrade dirinya untuk bisa menjadi sebenarnya orang tua Kalau seseorang berpikir " Ah ngapain sekolah tinggi tinggi. Ntar juga aku bakalan di rumah ngurus anak. Jadi ibu rumah tangga."  Saya percaya terlepas ibu itu baik atau tidak dalam mendidik anak jika ibunya pintar akan ada gen kep...

Menanamkan Keberanian dan Aqidah Melalui Kisah Si Anak Cahaya

Judul                : Si Anak Cahaya Penulis              : Tere Liye Penerbit            : Republika Penerbit Cetakan            : Pertama, Desember 2018 Hal                   : 421 halaman ISBN                : 978 – 602 – 5734 – 54 – 0 Peresensi         : Ayu Fitriyani Novel ini merupakan kisah masa kecil si mamak dalam serial novel anak mamak karya tere liye. Si Mamak yang mendidik anak yang luar biasa memiliki kisah yang luar biasa juga.   Kisah ini berada di tahun 50 an, ketika Indonesia baru saja merdeka. Selain mengangkat kisah keberani...

After getting married

Anything changes? Yes. Before getting married I never feel so obsessed to listening ustad or kajian or something like that. I thought I was bit lazy to improve my knowledge of my religion. I was not too interesting on such thing even though I still came when there was invitation for me to come. But I never felt like I really want to come and listen the material. After getting married and moved to Jakarta my hubby always asked me to listen kajian in Sunda kelapa mosque every Sunday morning. I like that place in very first time I come there. I really enjoy listening the ustad who usually I only see on tv. And there is a reason why the ustad very famous, what he said was clear and understandable, easy to absorbe the material. In short, I like listening kajian after that. I feel I was so foolish, there are a lot of things of islam that I dont know. Now, I move to different place. I m not in jakarta anymore. Eventhought I can't come to listen any kajian directly, I still can li...

Ketinggalan Kereta

“Strength grows when you think you can’t go but you keep going” (unknown), mbak Dewi mengutip kalimat itu dalam tulisannya yang berjudul We are strong for a reason. Entah kenapa, kalimat itu terngiang-ngiang terus dikepalaku, dan menguatkanku untuk tetap kuat menjadi seorang ibu. Seorang ibu itu harus kuat, because a mother is irreplaceable. https://phinemo.com/wp-content/uploads/2017/04/kereta-1.jpg Sebenarnya bukan itu yang ingian aku ceritakan. Tapi, masih ada hubungannya dengan kalimat di atas. Minggu kemarin, kita bertiga (aku, suami dan si dedek) harus balik ke Jakarta. Setelah hampir 1 bulan mudik, akhirnya dijemput sang ayah yang gak kuat hidup sendirian (wkwk) Kereta berangkat dari stasiun Tawang pukul 16.50, tapi kita baru nyampe stasiun pukul 17.10. Alhasil kita ketinggalan kereta. Nyampe stasiun, kita langsung ke loket, tanya barang kali ada tiket buat hari ini. Kita harus pergi harii itu juga, karena Senin sang Ayah harus kerja. Ternyata buat tiket kereta...

Selamat Datang 2019

2018 terasa kosong 2018 terasa hampa Tak ada pencapaian Karena tak ada yg ingin dicapai Tak seru Tak ada gairah Terasa flat Maka di tahun 2019 ini Harus punya target Harus punya keinginan kuat Terutama dalam hal ibadah Rumah di dunia ada Tapi merobohkan tempat tinggal di akhirat sana Padahal disanalah asal kita Kembali padanya Maka tak akan ada rasa kecewa Ibadah terasa biasa saja Karena tak ada cita cita Hanya Dia Yang bisa mencipta bahagia Hanya Dia yang bisa menghapus segala duka Mencegah semua bencana 2019 stop ghibah Perbanyak ibadah 2019 banyak senyum Kurangi manyun 2019 fokus usaha Hindari foya foya 2019 perbanyak baca Kurangi nonton drama 2019 harus lebih baiqq

KEPINGAN HATI SABILA (CERPEN)

Aku bukanlah orang yang suka Ge eR. Aku juga bukan orang yang mudah percaya ketika orang bilang suka padaku. Aku merasa aku bukanlah termasuk cewek cantik idaman. Rambutku pendek, aku gak suka pake rok, aku gak bisa dandan, dan aku gak pernah terlihat anggun. Aku suka naik gunung, aku suka berantem, aku ikut tinju. Benar-benar jauh dari idaman cowoklah. Aku sadar aku gak cantik, maka aku menolak dan membentengi diriku dari segala pujian yang bilang aku cantiklah, manislah, bagiku itu semua gombal. *** Seminggu terakhir tiba-tiba saja aku bertemu kembali dengan teman SMPku. Ah, bukan bertemu tepatnya, tapi berhubungan kembali setelah sekian lama tidak bertemu. Awalnya nggak sengaja. Waktu itu tiba-tiba dia nge- add facebook ku. Dan sejak saat itu dia rutin nge- like dan comment statusku. Awalnya cuma komen-komen aja di status. Karena dia suka komen statusku, maka aku pun tak sungkan-sungkan komen statusnya. Lalu, dia berani nge- chat aku. Dan pada akhirnya dia minta nomer ha...