Langsung ke konten utama

Nulis Lagi

Sekarang masih ada gak sih yang masih suka baca blog? Dulu karena sosmed paling banter ya FB, bagi yang suka menulis ya nulisnya di blog atau di twitter. Sudah lebih dari sepuluh tahun sejak blog ini dibuat. 

Ketika membaca tulisanku yang dulu, wah sungguh aku memalukan. Tapi, aku memang tidak akan menghapus karena bagian dari proses.

Setelah sekian lama, akhirnya aku memberanikan diri untuk menulis dan diterbitkan. Aku tidak ingin menyesal karena tidak pernah mencoba. Kalau dulu aku ingin sekali menjadi penulis, ya sudah aku mau berusaha mewujudkannya. 

Tulisan yang bagus itu tidak datang tiba-tiba. Tulisan yang bagus itu karena masalah jam terbang. Semakin banyak kamu menulis, semakin bagus tulisan kamu. Itu sih yang aku yakini.

Penyakit penulis pemula adalah tidak menyelesaikan tulisan yang sudah dimulai. Menyelesaikan sebuah cerita saja itu sudah pencapaian yang bagus bagiku. Masalah bagus atau tidak, ya nanti kita coba baca lagi. 

Wajarlah kalau misal tulisan pertama kita dinilai tidak bagus. Aku pun tidak masalah jika banyak kekurangan dalam tulisanku yang pertama. Nah, setelah sekian lama, sudah cetak dan terbit tulisanku yang pertama di sebuah buku antologi. 

Judulnya Lazuardi Perjuangan. Alhamdulillah akan segera terbit juga buku cerita antologi anak, dan kemudian disusul lagi buku antologi tentang ibu.

***

tulisan diatas ditulis pada tahun 2024. Eh sekarang sudah 2026. Setelah sekian purnama kembali lagi mengunjungi "rumah" ini seperti punya teman dekat. Teman dari masa lalu yaitu diri sendiri hahaha. Tahun kayaknya gak apa apa kali aku pengen nulis lagi. Tulisan di blog ini dari awal sampai tulisan ini terbit, pasti ada proses. Aku masih mempertimbangkan, aku mau tetap menulis di blog ini atau sebaiknya aku bikin blog baru. Blog baru yang isinya aku yang berbeda. Di awal kamu bakal menemukan aku yang masih muda, yang masih suka galau, menulis tentang cinta, dan semacamnya (wkwkkwk). Di tahun 2026 ini,  aku ingin nulis lagi apa saja yang ada di pikiran. Pastinya berbeda kan ya isinya, kan semakin dewasa (eheem mudah mudahan).

Sekarang bukan lagi seorang gadis tapi sudah menjai ibu ibu anak dua. Yaudah, yuk nulis lagi aja ga usah kebanyakan wacana.

Ambarawa, 27 Januari 2026

Komentar

Paling sering dibaca

The Gogons “James and the incredible incidents” by Tere Liye

Buku setebal 288 halaman terbitan Gramedia tahun 2006 ini kedua kalinya gue baca. Awal baca salah satu karya TERE LIYE ini, dulu sekali pas kira-kira aku masih SMP. Maklum, dari dulu gue emang gadis perpus banget lah (info kagak penting). Nah, dulu belum ngerti bener siapa itu Tere Liye.   Nah, pas kemarin liat-liat di perpus, gue liat buku itu. Nah, gue udah baca tuh buku, gue inget banget. Tapi lupa ceritanya, dan ternyata itu karya TERE LIYE.  Jenis novel itu adalah metropop. Jarang-jarang kan tere liye nulis jenis Metropop. Jadi gue baca lagi dan ternyata bagus. Meskipun buku ini adalah jenis metropop, dari dulu Tere Liye emang udah punya ciri khas. Meskipun di buku berjenis Metropop, itu pun masih Tere Liye banget. Dan ini buku yang gue sebut sebagai metropop sopan. Kenapa, yaa meskipun metropop, yang menceritakan tentang berbagai lika-liku permasalahan orang-orang metropolitan dengan segala life stylenya, bagi orang desa   nan sederhana kayak gue, life s...

Rejeki yang tersembunyi

sumber : google Rejeki itu bisa berupa apa saja. Diberi tetangga dan teman yang baik. Diberi kemudahan dalam urusan. Diberi kenikmatan tidur dan makan. Diberi bantuan tiba tiba ketika kita sangat membutuhkan. Itu semua rejeki menurut saya. Pernah baca dan kembali mengulang ceramah Ustad Salim A Fillah tentang rejeki. Rejeki itu bukan dari gaji. Gaji besar belum tentu itu adalah rejeki kita.  Seorang pengusaha dengan omset ratusan juta rupiah per bulan. Dia mampu beli kasur termahal dan ternyaman di dunia, tapi dia hanya bisa tidur di lantai dengan alas tiker buatan Muntilan. Dia diundang ke berbagai kota disewakan hotel yang mahal dan nyaman namun ketika tidur, ia membuka tas ranselnya dan mengeluarkan tiker lipet yang selalu dia bawa. Digelarlah tiker itu di lantai, dan tidurlah ia dengan lelap.Ya begitulah, rejekinya memang begitu.  Ada juga seseorang yang kaya raya bisa beli makanan apapun yang mahal dengan hartanya. Namun dia tidak bisa menikmatinya. Kena...

Selamat Datang 2019

2018 terasa kosong 2018 terasa hampa Tak ada pencapaian Karena tak ada yg ingin dicapai Tak seru Tak ada gairah Terasa flat Maka di tahun 2019 ini Harus punya target Harus punya keinginan kuat Terutama dalam hal ibadah Rumah di dunia ada Tapi merobohkan tempat tinggal di akhirat sana Padahal disanalah asal kita Kembali padanya Maka tak akan ada rasa kecewa Ibadah terasa biasa saja Karena tak ada cita cita Hanya Dia Yang bisa mencipta bahagia Hanya Dia yang bisa menghapus segala duka Mencegah semua bencana 2019 stop ghibah Perbanyak ibadah 2019 banyak senyum Kurangi manyun 2019 fokus usaha Hindari foya foya 2019 perbanyak baca Kurangi nonton drama 2019 harus lebih baiqq