Langsung ke konten utama

Postingan

Seri : Pertemuan

Prolog Dalam beberapa saat rasanya jantung ini mau melompat. Detak jantung terlalu kencang. Kabar kedatanganmu sudah terdengar dari seminggu yang lalu. Namun, tak disangka rasanya akan sebegini susah dijelaskan. Kita tak begitu banyak bertemu. Tapi kau datang layaknya pria sejati. Jika kau ingin memiliki haruslah dengan cara yang tepat sesuai yang diperintahkan Allah dan nabimu. Tak kusangka, kedatanganmu kala itu membuatku tak bisa menangani sikapku. Otak dan tingkah laku tidak singkron. Mau bikin teh di dapur, tapi kaki ini justru melangkah ke kamar. Kacau! Dari dalam kucuri dengar tentang percakapan ibundamu. Pikiranku tak berhenti menebak-nebak, menumbuhkan harapan yang tidak-tidak. Ketika kau dan ibundamu beranjak pamit. Tak sengaja kita bertemu pandang. Meski hanya sedetik dua detik tapi jantung ini kembali berdetak tak beraturan. Tak biasanya kita bertemu dalam situasi yang seperti ini. Jakarta, 6 Mei 2016

Kisah Si Saki : Saki Si Berandal

Aku ingin menceritakan sebuah kisah. Kisah ini tentang kisah masa kecilku dulu. Tidak banyak yang kuingat. Tapi, dari sedikit yang kuingat itu ingin kuceritakan. Namaku Saki. Nama yang unik menurut teman-temanku. Saki, dalam bahasa Jepang berarti blossom atau mekar. Mungkin orang tuaku berharap aku akan jadi wanita yang cantik seperti bunga yang bermekaran di musim semi. Atau malah 'mekar' dalam arti mengembang atau membesar. Tapi, untungnya tubuhku tidak mekar. Setidaknya ketika aku masih kecil. Saat SD aku begitu kurus, dan sangat sangat laki-laki. Ayahku menginginkan anak laki-laki. Tapi, belum juga datang anak laki-laki yang diidamkan. Yang seharusnya menjadi adikku, telah gugur sebelum dia melihat indahnya dunia. Tiga kali, aku gagal memiliki adik. Oleh karena itu, ayahku selalu memotong rambutku pendek. Setelah aku pikir, bukan itu yang membuatku jadi bersifat kelaki-lakian. Begini ceritanya, Hari itu sangat cerah, aku bersiap untuk masuk sekolah dasar di hari perta...

TENTANG KOTA JAKARTA

Tidak terasa waktu berjalan sangat cepat. Kurang lebih 2 bulan, saya tinggal di Jakarta. Tepatnya di kota Jakarta Timur. Sebelum benar-benar tinggal di kota ini, saya membayangkan bagaimana rasanya jika benar saya tinggal di kota yang sesak ini. Berbagai pikiran buruk tentang kota ini menjejali kepalaku. Hal itu membangunkan ketakutan ketakutan akan kota ini. Yah, tapi karena takdirku harus tinggal disini ngikutin belahan hati saya, (cie), jadi akhirnya disinilah sekarang. Tinggal di sebuah kontrakan kecil  bersama suami saya. Membahas mengenai kota Jakarta, well saya tidak bisa berbicara banyak , karena saya belum jalan-jalan ke banyak tempat. Jadi belum banyak yang saya temukan. Pertama : tentang lalu lintas di jalan raya. Lalu lintasnya parah, lampu lalu lintas kayak pajangan aja. Jadi, agak takut kalau misalnya nyebrang di zebra cross. Kedua : Penjual di pasar banyakan ngomong bahasa Jawa. Jadinya, kalau belanja di pasar, kayak di rumah sendiri. Penjual sayur ngomong...

KYAI dan SI LIBERAL

Cerita ini saya dapat dari salah satu grup Whatsapp yang saya ikuti. Sayang aja kalau tidak dicatat. Kisah tentang seorang islam liberal. Sebelumnya liberal itu apa? Gampangnya, orang yang berpaham islam liberal itu menganggap bahwa semua agama itu sama. Sama-sama baik. Sama-sama bisa memberi jalan keselamatan kelak. Padahal, jelas setiap agama itu beda. Meskipun, semuanya mengajarkan kebaikan. Tapi hal yang paling krusial saja beda, yaitu Tuhannya beda. Kita sebagai orang islam, harus percaya bahwa meskipun semua agama itu tidak ada yang tidak mengajarkan kebaikan, tapi islam adalah agama Allah dan agama terbaik yang bisa membawa kita ke surga kelak.(Insyaallah). ===== DIALOG SI LIBERAL DAN KYAI Liberal  : Ki, ada orang baek banget, anti korupsi, bangun mesjid, rajin sedekah sampe hidupnya sendiri dikorbanin buat nolongin orang banyak, trus meninggal dan dia bukan muslim, masuk mana? Kyai : Neraka Liberal : Lah ? Kan dia orang baik. Kenapa masuk neraka? Kyai : Kar...

Kisah Pak Bijak (Harta Titipan)

Aku akan menceritakan sebuah kisah. Kisah yang mungkin sudah sering kalian dengar atau pernah kalian baca. Tapi, aku ingin menceritkakan kembali dalam catatan ini. Suatu hari, sebut saja namanya Pak Bijak sedang dalam perjalanan pulang seusai bekerja di kantor. Hari itu, dengan raut muka yang cerah, Pak Bijak mengendarai sepeda motor butunya. Ketika dalam perjalanan, dia sudah membayangkan rencana besar untuk membahagiakan istrinya. Dia berencana ingin membelikan sebuah mobil baru, karena hari itu Pak Bijak mendapat Tunjangan Akhir Tahun dari kantornya sebesar 200 juta. Dia sudah membayangkan, dengan uang segitu dia akan membelikan sebuah mobil yang sudah lama dia dan istrinya rencanakan. Ketika perjalanan pulang, tiba-tiba dia menerima sms dari saudaranya dikampung. Begini nih bunyi smsnya : Assalamualaikum mas. Mas ada simpanan uang gak? Ternyata almarhum bapak sebelum meninggal punya hutang yang belum terbayar sebesar 80 juta. Kalau mas ada simpanan minta tolong bantuannya ...

Jika Kelak Anaku Bertanya Tentang 'Merokok' :D

Suatu ketika di perjalanan menuju lamongan, diputarlah ceramah seorang ustadz yang berbicara mengenai rokok. Well, disini ada yang suka merokok? Kita semua paham bahwa rokok ada plus minusnya. Tak mungkin juga kita mau melarang penjualan rokok di Indonesia ini. Nanti, ada suatu daerah yang notabene penghasil tembakau di Indonesia, akan melakukan protes besar besaran jika rokok dilarang. Jadi, baiklah yang sekarang merokok kita biarkan saja, mereka tau bahwa merokok itu sangat merugikan bagi kesehatan dan kantong penggunanya, tapi kalau sudah kecanduan semua peringatan tak akan mempan. Aku kelak jika mempunya anak, tentu aku akan melarang anak-anakku untuk merokok. Jika mereka tanya aku akan bercerita seperti ini. Anaku : Umi, kata temen-temenku aku orangnya cemen. Aku : lho kenapa mereka bilang begitu sayang? (sambil mengernyitkan dahi dan memeluk anakku) Anaku : soalnya, aku gak berani nyobain rokok. Kata mereka merokok itu tidak haram, jadi gak akan dosa kalau merokok....

Ocehan di Awal Tahun 2016

SELAMAT DATANG 2016 !! Assalamualaikum Wr. Wb. Sudah lama sekali tidak menyentuh laman ini. Ada banyak hal yang telah berubah. Ada banyak hal terlewati sudah. Banyak kenangan, banyak cerita, dan sayang sekali aku tak bisa mengabadikannya semua kenangan itu dalam tulisan. Aku tak banyak menulis tahun lalu, dan itu sesungguhnya membuatku merasa buruk. Well, banyak hal telah terjadi, terutama peristiwa besar diujung tahun 2015. Ada yang tau? GUE UDAH ENGGAK JOMBLO LAGI ! (kudu ngakak ketawa atau nangis nih....) Jujur, campur aduk rasanya itu pasti. Dibilang kalau aku menikah terlalu dini sih kayaknya secara umur kagak. Tapi, secara kelakuan mungkin hampir 99 % temen -temen ku shock kalau akhirnya aku bakalan melengkapin separuh din ini cepet banget. Yaaah, mau gimana lagi? Kata orang tua sih, kalau udah ada yang ketuk pintu, dan kira-kira solih dan cukup enak digandeng kemana-mana (haha) gak baik nolak. (ngakak). Tapi yang terpenting adalah istikharah minta petunjuk, dan ...