Kepada : Desember 2015 Untuk hati-hati yang memendam rasa untuk seseorang, berharap akan menghabiskan waktu sampai tua nanti akan tetapi kenyataan berkata bahwa dia bukanlah untukmu. Padahal sudah cukup waktu untuk menunggu dia, segala upaya telah kau lakukan untuk sedikit saja menarik perhatiannya. Tapi, dia tak sedikitpun memberi perhatian bahkan tak pernah terpikirkan olehnya namamu. Rasa suka hingga kau begitu perih menahan karena dayung tak bersambut, rasanya mungkin menyakitkan. Parahnya, kau pun tak bisa membuka hatimu untuk orang lain. Kau pun telah lama dihianati waktu yang selama ini percaya bahwa waktu akan membuktikan, namun rupaya waktu yang kau tunggu tak juga tiba. Dan kini, kau menyadari satu hal bahwa sia-sia itu nyata. Kepercayaanmu bahwa usahamu yang keras selama ini akan membuatnya luluh, ternyata hanya kesia-siaan. Kini kau melihat bidadarimu berbahagia dengan pujaan hatinya. Kau menghadiri pesta itu. Kau melihat tak sedikitpun rasa sesal dan s...
Catatan Ibu Pejuang Literasi