Langsung ke konten utama

Kepada : Desember 2015

Kepada : Desember 2015

Untuk hati-hati yang memendam rasa untuk seseorang, berharap akan menghabiskan waktu sampai tua nanti akan tetapi kenyataan berkata bahwa dia bukanlah untukmu. 

Padahal sudah cukup waktu untuk menunggu dia, segala upaya telah kau lakukan untuk sedikit saja menarik perhatiannya. Tapi, dia tak sedikitpun memberi perhatian bahkan tak pernah terpikirkan olehnya namamu.

Rasa suka hingga kau begitu perih menahan karena dayung tak bersambut, rasanya mungkin menyakitkan. Parahnya, kau pun tak bisa membuka hatimu untuk orang lain. Kau pun telah lama dihianati waktu yang selama ini percaya bahwa waktu akan membuktikan, namun rupaya waktu yang kau tunggu tak juga tiba. Dan kini, kau menyadari satu hal bahwa sia-sia itu nyata. Kepercayaanmu bahwa usahamu yang keras selama ini akan membuatnya luluh, ternyata hanya kesia-siaan.

Kini kau melihat bidadarimu berbahagia dengan pujaan hatinya. Kau menghadiri pesta itu. Kau melihat tak sedikitpun rasa sesal dan sedih yang nampak di antara mereka. Kau semakin pilu, ketika dia sampai detik mengahiri masa lajangnya tidak menyadari ada kau yang selama ini berharap akan menduduki posisi disampingnya menyambut para tamu. Tak pernah terpikirkan olehnya sama sekali namamu.

Kau hanya bisa memberinya selamat, berusaha setegar mungkin agar terlihat ikut berbahagia bersama mereka. Pura-pura mendokaan agar menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah, padahal hatimu saat itu menjerit. Kesetiaan yang telah kau jaga untuk menunggunya. Ternyata kesia-siaan. Mungkin kau menyesal, mengapa kau menjatuhkan hatimu pada dia yang tak pernah sedikitpun memberi perhatian, menyesal telah menunggu dia yang tak mengerti arti perhatian yang selama ini kau berikan. Yang lebih menyesal lagi, kau tak pernah bisa membiarkan dirimu berbahagia dengan orang lain.

Ah, kau tau. Sekarang semua telah terjadi. Mungkin, kau sudah salah dari awal. Menjatuhkan hati pada saat yang belum tepat.


Semarang, 14 Mei 2014
Terinspirasi dari lagu “beri aku waktu”, suatu ketika ditengah mengerjakan skripsi

(*Desember 2015)

Komentar

Paling sering dibaca

The Gogons “James and the incredible incidents” by Tere Liye

Buku setebal 288 halaman terbitan Gramedia tahun 2006 ini kedua kalinya gue baca. Awal baca salah satu karya TERE LIYE ini, dulu sekali pas kira-kira aku masih SMP. Maklum, dari dulu gue emang gadis perpus banget lah (info kagak penting). Nah, dulu belum ngerti bener siapa itu Tere Liye.   Nah, pas kemarin liat-liat di perpus, gue liat buku itu. Nah, gue udah baca tuh buku, gue inget banget. Tapi lupa ceritanya, dan ternyata itu karya TERE LIYE.  Jenis novel itu adalah metropop. Jarang-jarang kan tere liye nulis jenis Metropop. Jadi gue baca lagi dan ternyata bagus. Meskipun buku ini adalah jenis metropop, dari dulu Tere Liye emang udah punya ciri khas. Meskipun di buku berjenis Metropop, itu pun masih Tere Liye banget. Dan ini buku yang gue sebut sebagai metropop sopan. Kenapa, yaa meskipun metropop, yang menceritakan tentang berbagai lika-liku permasalahan orang-orang metropolitan dengan segala life stylenya, bagi orang desa   nan sederhana kayak gue, life s...

Rejeki yang tersembunyi

sumber : google Rejeki itu bisa berupa apa saja. Diberi tetangga dan teman yang baik. Diberi kemudahan dalam urusan. Diberi kenikmatan tidur dan makan. Diberi bantuan tiba tiba ketika kita sangat membutuhkan. Itu semua rejeki menurut saya. Pernah baca dan kembali mengulang ceramah Ustad Salim A Fillah tentang rejeki. Rejeki itu bukan dari gaji. Gaji besar belum tentu itu adalah rejeki kita.  Seorang pengusaha dengan omset ratusan juta rupiah per bulan. Dia mampu beli kasur termahal dan ternyaman di dunia, tapi dia hanya bisa tidur di lantai dengan alas tiker buatan Muntilan. Dia diundang ke berbagai kota disewakan hotel yang mahal dan nyaman namun ketika tidur, ia membuka tas ranselnya dan mengeluarkan tiker lipet yang selalu dia bawa. Digelarlah tiker itu di lantai, dan tidurlah ia dengan lelap.Ya begitulah, rejekinya memang begitu.  Ada juga seseorang yang kaya raya bisa beli makanan apapun yang mahal dengan hartanya. Namun dia tidak bisa menikmatinya. Kena...

Selamat Datang 2019

2018 terasa kosong 2018 terasa hampa Tak ada pencapaian Karena tak ada yg ingin dicapai Tak seru Tak ada gairah Terasa flat Maka di tahun 2019 ini Harus punya target Harus punya keinginan kuat Terutama dalam hal ibadah Rumah di dunia ada Tapi merobohkan tempat tinggal di akhirat sana Padahal disanalah asal kita Kembali padanya Maka tak akan ada rasa kecewa Ibadah terasa biasa saja Karena tak ada cita cita Hanya Dia Yang bisa mencipta bahagia Hanya Dia yang bisa menghapus segala duka Mencegah semua bencana 2019 stop ghibah Perbanyak ibadah 2019 banyak senyum Kurangi manyun 2019 fokus usaha Hindari foya foya 2019 perbanyak baca Kurangi nonton drama 2019 harus lebih baiqq