Langsung ke konten utama

sketchbook

sketcbook....

#januari
bagaimana pun orang yang terlihat menenteng sketcbook kemana-mana "terlihat" keren
Terserah, berasa ratu ketika pensil itu berhasil membuat draft kasar tentang apa yang gue lihat.,,

#februari
Hissh.... rasanya menyebalkan, aku tak tau mana tebal mana tipis, aku tak tau mana lurus mana garis
tetapi, draft-draft coretan gambar tak berguna (menurutku), sengaja, kau pungut, lalu diam-diam mengagumi

#maret
Lagi-lagi aku tak terbiasa dengan kegelapan
tapi, tak kusangka, tangan ini tetap ingin menari di atas sketcbook, meski entah apa berbentuk

#april
aku melihat senyuman, ah, bukan, tapi aku merasakn senyuman di pojok sana,
ah iya, maka tak sadar, aku mulai menciptakan tokoh utama dalam sketchbook

#mei
satu dua kali menggores pensil yang kemudian lama-lama tumpul,
tapi kemudian bertransformasi menjadi sketch "sebuah nama"

#juni
hujan di bulan juni, sketchbook..itu, entah dimana sekarang
hujan di bulan juni, mungkin saja, terbawa hujan di bulan juni..

#juli
seperti air menggenang, yang terlindas ban kendaraan yang melaju kencang,
pastilah akan terciprat ke muka

#agustus
riuh suara di luar, tapi aku ingin tutup rapat pintu kamar
kembali ku raih sketchbook yang telah lama berdebu

#september
senyum itu kembali, dibalik awan yang telah lama mendung
tapi, tak akan pernah lagi menjadi linangan air mata

#oktober
cepat menggores kasar sketchbook yang kosong
hingga larut aku tak berhenti

#november
sudah hampir penuh sketchbook ini
mungkin aku memang harus beralih berganti yang baru

#desember
pelangi yang datang setelah hujan, aku suka itu
meski aku juga mengagumi hujan, dan sketchbookku tak akan mengenal batas perasaan

ditulis oleh ayufi
Semarang, 12 April 2013
1 : 26 pm




Komentar


  1. Unik sih, jarang-jarang ada puisi bentuknya timeline gini… Jujur saja, sekali baca aku bingung… sekilas cuma kaya kaleidoskop penulis, tapi (kayaknya) juga nyerempet-nyerempet tokoh (atau cerita) spesifik…

    Gini nih interpretasiku,
    Januari, aku gak tau apa maksudnya, aku anggap saja awal dari “cerita”… Februari, penulis (kayaknya) bingung dengan perasaannya, sampe bingung mana tebal mana “tipis”, mana “garis” mana “lurus”.. Maret, berhias “kegelapan”, siapapun yang ada di kegelapan pasti buta, begitu juga penulis, di bulan ini dia mengaku buta dengan perasaannya, atau dengan “sesuatu”… April, sudah mulai berani menciptakan “tokoh utama” dalam sketchbook.. #cieee
    Mei, sebuah nama lahir, siapa dia? #jawab dalam hati… :p
    Juni, (mungkin) sketchbook seperti terabaikan (atau terlupakan), karena kesibukan atau apa lah itu,, :p
    Juli, seperti sadar akan sesuatu, mungkin teringat sketchbook yang sempet terlupakan… #air terciprat ke muka
    Agustus, kembali “sibuk” dengan sketchbook, bahkan rela meninggalkan “riuh di luar”…
    September, penulis senyum2, mungkin karena sudah sebulan menyibukkan diri dengan sketchbook dan isinya…
    Oktober dan November, aku mulai ragu sama interpretasiku sebelum-sebelumnya… kalau memang ada sosok special, kenapa ada kesan “habis” dan “ganti yang baru”… atau mungkin si penulis tersadar dia tak bisa mengungkapkan perasaannya, lantas pasrah dan muncul pemikiran bahwa “perasaan” ini hanya sementara..???? Nah, itu, jawab dalam hati saja… :D
    Desember, aku bingung lagi. Keraguanku sebelumnya seakan terjawab… disini ada kesan pasrah dan menerima yang terjadi.. Perasaan itu, “sebuah nama”, dan sketchbook.. #wow, misteri…!!!
    Hei, kok kayaknya menggambarkan seseorang ya? Siapa hayo? Hahahaha

    Overall, bagus juga, style timeline masih dikit yang buat, apalagi ini gambaran setahun, meskipun (kayaknya) tokohnya spesifik…. Salam deh buat “si dia”…. :p

    MR_A ^_^

    BalasHapus
  2. ahahahahaahahahhhahaahahahahahahaha... :D thanks for your interpretation, great ! :D

    #cerita ini hanya fiksi belaka :D

    #:P

    #gak ada salam-salaman

    #si dia hanya mitos :D

    BalasHapus
  3. Mitos??? Fiktif???
    Oke-oke, penulis puisi memang biasanya menyembunyikan cerita di balik puisinya.... :D
    :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. hmmm.....mungkin saja benar.. (maksudnya kau sendiri, kau kan menulis puisi untuk menyembunyikan cerita rahasia.. #ahaahahahahah) :P

      Hapus

Posting Komentar

I will be happy reading your comment and response. Tell me what you think please :D

Paling sering dibaca

The Gogons “James and the incredible incidents” by Tere Liye

Buku setebal 288 halaman terbitan Gramedia tahun 2006 ini kedua kalinya gue baca. Awal baca salah satu karya TERE LIYE ini, dulu sekali pas kira-kira aku masih SMP. Maklum, dari dulu gue emang gadis perpus banget lah (info kagak penting). Nah, dulu belum ngerti bener siapa itu Tere Liye.   Nah, pas kemarin liat-liat di perpus, gue liat buku itu. Nah, gue udah baca tuh buku, gue inget banget. Tapi lupa ceritanya, dan ternyata itu karya TERE LIYE.  Jenis novel itu adalah metropop. Jarang-jarang kan tere liye nulis jenis Metropop. Jadi gue baca lagi dan ternyata bagus. Meskipun buku ini adalah jenis metropop, dari dulu Tere Liye emang udah punya ciri khas. Meskipun di buku berjenis Metropop, itu pun masih Tere Liye banget. Dan ini buku yang gue sebut sebagai metropop sopan. Kenapa, yaa meskipun metropop, yang menceritakan tentang berbagai lika-liku permasalahan orang-orang metropolitan dengan segala life stylenya, bagi orang desa   nan sederhana kayak gue, life s...

Rejeki yang tersembunyi

sumber : google Rejeki itu bisa berupa apa saja. Diberi tetangga dan teman yang baik. Diberi kemudahan dalam urusan. Diberi kenikmatan tidur dan makan. Diberi bantuan tiba tiba ketika kita sangat membutuhkan. Itu semua rejeki menurut saya. Pernah baca dan kembali mengulang ceramah Ustad Salim A Fillah tentang rejeki. Rejeki itu bukan dari gaji. Gaji besar belum tentu itu adalah rejeki kita.  Seorang pengusaha dengan omset ratusan juta rupiah per bulan. Dia mampu beli kasur termahal dan ternyaman di dunia, tapi dia hanya bisa tidur di lantai dengan alas tiker buatan Muntilan. Dia diundang ke berbagai kota disewakan hotel yang mahal dan nyaman namun ketika tidur, ia membuka tas ranselnya dan mengeluarkan tiker lipet yang selalu dia bawa. Digelarlah tiker itu di lantai, dan tidurlah ia dengan lelap.Ya begitulah, rejekinya memang begitu.  Ada juga seseorang yang kaya raya bisa beli makanan apapun yang mahal dengan hartanya. Namun dia tidak bisa menikmatinya. Kena...

Selamat Datang 2019

2018 terasa kosong 2018 terasa hampa Tak ada pencapaian Karena tak ada yg ingin dicapai Tak seru Tak ada gairah Terasa flat Maka di tahun 2019 ini Harus punya target Harus punya keinginan kuat Terutama dalam hal ibadah Rumah di dunia ada Tapi merobohkan tempat tinggal di akhirat sana Padahal disanalah asal kita Kembali padanya Maka tak akan ada rasa kecewa Ibadah terasa biasa saja Karena tak ada cita cita Hanya Dia Yang bisa mencipta bahagia Hanya Dia yang bisa menghapus segala duka Mencegah semua bencana 2019 stop ghibah Perbanyak ibadah 2019 banyak senyum Kurangi manyun 2019 fokus usaha Hindari foya foya 2019 perbanyak baca Kurangi nonton drama 2019 harus lebih baiqq