Langsung ke konten utama

A teacher ?

Menyempatkan menulis sebelum berangkat ke sekolah,
Alih-alih membaca untuk mengerjakan revisi, aku membuka salah satu buku catatan. 
Dan, menemukan beberapa rekaman kejadian sederhana tapi mengesankan, menemukan beberapa catatan-catatan nggak penting yang diduga aku menulisnya ketika aku dilanda suatu kebosanan penuh, menemukan pula catatan catatan berbau motivasi, ada pula catatan mengenai rancangan kisah cinta yang rumit yang aku imajnisikan yang nantinya akan aku hadirkan dalam novelku kelak (tapi gak pernah selesai-selesai *hadeh), dan ada banyak lagi, semua campur aduk.

Entahlah, dari SD (mungkin TK), aku seringnya bermasalah dengan mengorganisir catatanku, ditambah tulisanku yang.. hmm.. well... bisa disebut artistik, saking artistiknya jadi terlihat seperti gambar abstrak yang terkadang sulit dipahami. Ah, sudahlah, bukan itu yang ingin aku bicarakan. 

Berhubung, hari kemarin lagi rada bad mood dikantor, ditambah lagi dihari pertama mengajar di tahun 2015, aku mengawalinya dengan buruk, marah-marah dikelas. Haduh, sungguh tidak keren. Bener-bener enggak keren sama sekali. (hey nak, asal kau tau, bahwa ketika guru khilaf memarahi kalian, setelah itu seringnya nyesel, for your information, it means, the anger shows how big your teacher's love for you *pesan selipan :D )

Dan pagi ini, nemuin tulisan berbau motivasi di catatanku. 
" The duty of a teacher is not only to teach but more than that. A teacher should educate and create character building to his student. A teacher is not only make the student smart in something but also should motivate them to build betterlife and for motivation others to do so. Great teacher is the one who create others great people even greater than him." (ayufi, 2013)

entah, aku menulisnya tanggal berapa.
Tulisanku cukup membangkitkan semangatku untuk mengajar hari ini. Untuk menjadi lebih baik hari ini. Semangat bu Ayu :D 
"jangan marah-marah ya" pesan anak anak kelas VIII Umar. 

@ayufialfarisi
Ambarawa, 7 Januari 2015
Yuk cus berangkat sekolah :D 

Komentar

Paling sering dibaca

The Gogons “James and the incredible incidents” by Tere Liye

Buku setebal 288 halaman terbitan Gramedia tahun 2006 ini kedua kalinya gue baca. Awal baca salah satu karya TERE LIYE ini, dulu sekali pas kira-kira aku masih SMP. Maklum, dari dulu gue emang gadis perpus banget lah (info kagak penting). Nah, dulu belum ngerti bener siapa itu Tere Liye.   Nah, pas kemarin liat-liat di perpus, gue liat buku itu. Nah, gue udah baca tuh buku, gue inget banget. Tapi lupa ceritanya, dan ternyata itu karya TERE LIYE.  Jenis novel itu adalah metropop. Jarang-jarang kan tere liye nulis jenis Metropop. Jadi gue baca lagi dan ternyata bagus. Meskipun buku ini adalah jenis metropop, dari dulu Tere Liye emang udah punya ciri khas. Meskipun di buku berjenis Metropop, itu pun masih Tere Liye banget. Dan ini buku yang gue sebut sebagai metropop sopan. Kenapa, yaa meskipun metropop, yang menceritakan tentang berbagai lika-liku permasalahan orang-orang metropolitan dengan segala life stylenya, bagi orang desa   nan sederhana kayak gue, life s...

Rejeki yang tersembunyi

sumber : google Rejeki itu bisa berupa apa saja. Diberi tetangga dan teman yang baik. Diberi kemudahan dalam urusan. Diberi kenikmatan tidur dan makan. Diberi bantuan tiba tiba ketika kita sangat membutuhkan. Itu semua rejeki menurut saya. Pernah baca dan kembali mengulang ceramah Ustad Salim A Fillah tentang rejeki. Rejeki itu bukan dari gaji. Gaji besar belum tentu itu adalah rejeki kita.  Seorang pengusaha dengan omset ratusan juta rupiah per bulan. Dia mampu beli kasur termahal dan ternyaman di dunia, tapi dia hanya bisa tidur di lantai dengan alas tiker buatan Muntilan. Dia diundang ke berbagai kota disewakan hotel yang mahal dan nyaman namun ketika tidur, ia membuka tas ranselnya dan mengeluarkan tiker lipet yang selalu dia bawa. Digelarlah tiker itu di lantai, dan tidurlah ia dengan lelap.Ya begitulah, rejekinya memang begitu.  Ada juga seseorang yang kaya raya bisa beli makanan apapun yang mahal dengan hartanya. Namun dia tidak bisa menikmatinya. Kena...

Selamat Datang 2019

2018 terasa kosong 2018 terasa hampa Tak ada pencapaian Karena tak ada yg ingin dicapai Tak seru Tak ada gairah Terasa flat Maka di tahun 2019 ini Harus punya target Harus punya keinginan kuat Terutama dalam hal ibadah Rumah di dunia ada Tapi merobohkan tempat tinggal di akhirat sana Padahal disanalah asal kita Kembali padanya Maka tak akan ada rasa kecewa Ibadah terasa biasa saja Karena tak ada cita cita Hanya Dia Yang bisa mencipta bahagia Hanya Dia yang bisa menghapus segala duka Mencegah semua bencana 2019 stop ghibah Perbanyak ibadah 2019 banyak senyum Kurangi manyun 2019 fokus usaha Hindari foya foya 2019 perbanyak baca Kurangi nonton drama 2019 harus lebih baiqq