Langsung ke konten utama

Diam berarti Mati

Hidup itu perlu tantangan. Hidup itu bener-bener bakalan gak asik banget kalau cuma datar-datar aja. Bener kan? Nah, jadi bagi kalian yang sedanga menghadapi masalah, bagi kalian yang sedang kesusahan, tenang saja, karena itu adalah bagian dari petualangan hidupmu yang menyenangkan. Justru masalah yang datang itulah yang akan membuatmu hidup.

Sebuah crita dari bapak Koko, beliau adalah wakil rektor I Universitas Airlangga, beliau bercerita sebuah kisah nelayan di Jepang. Nelayan di Jepang mengalami sebuah masalah berkaitan tentang kesegaran ikan tangkapan. Kita tau bahwa sushi, makanan khas Jepang ada beberapa berasal dari ikan segar. Ketika seorang nelayan menangkap ikan dari berlayar ke laut, kemudian dibawanya ikan itu ke darat. Tapi yang terjadi adalah ikan itu mati, meskipun sudah dikasih es dan sebagainya tapi tetap saja ikan itu mati setelah berada di darat. Kemudian nelayan itu berpikir lagi bagaimana membuat ikan itu tetap hidup sampai ke daratan. Maka nelayan Jepang membuat kolam di dalam perahu. Ditaruhlah semua ikan di kolam itu dalam keadaan hidup. Tapi, sayang sekali sampai daratan ikan itu tetap saja mati. Dan setelah diamati ternyata di dalam kolam, ikan-ikan hasil tangkapan itu hanya diam saja dan sampai akhirnya mati sendiri. Kemudian, nelayan itu berpikir, bagaimana membuat ikan tidak mati, yaitu dengan cara membuat ikan itu untuk terus bergerak. Ditaruhlah ikan hiu kecil di kolam itu. Sehingga ikan-ikan hasil tangkapan itu bergerak karena ada ikan hiu yang mengejarnya. Cara itu berhasil, ikan-ikan hasil tangkapan nelayan itu berhasil hidup sampai daratan. Dan dapat dijual dalam keadaan fresh atau segar.

Jadi hikmah yang dapat kita ambil dari kisah diatas adalah bagaimanapun dan seberat apapun masalah yang kita hadapi itu bukanlah sebuah hal yang memberatkanmu dan membuatmu down dan seakan kaulah orang yang paling menderita di dunia. Tapi justru, masalah itulah yang akan membuatmu terus hidup, karena kamu harus terus bergerak untuk bertahan hidup, seperti ikan-ikan tadi. Kebanyakan orang akan terlena dengan segala kemudahan dan membuat mereka diam. Oleh karena itu keluar dari zona nyaman itu perlu, untuk membuatmu terus berpikir kreatif untuk bertahan hidup.

Dan tenanglah, Allah pun telah berfirman bahwa sesudah kesulitan ada kemudahan. Jadi memang begitu jalannya, kesulitan dulu barulah setelah itu ada kemudahan. Benar kan?

Mari teruslah bergerak, dan jangan pernah menyerah terhadap masalah.
Diam berarti mati.
Karena kita memang memerlukan masalah untuk membuat kita menjadi pribadi yang luar biasa. :)

Semangat, mari membuat Indonesia Tersenyum (kata uda yusuf)
Mulailah dari sendiri, jadilah pribadi yang keren dan benar-benar luar biasa :)
hohoho, jangan takut, jangan nyerah, ..

Ditulis oleh Ayufi
Surabaya, 13 Februari 2013
1 : 10
*disuatu pojok kamar yang sangat nyaman 

Komentar

Posting Komentar

I will be happy reading your comment and response. Tell me what you think please :D

Paling sering dibaca

The Gogons “James and the incredible incidents” by Tere Liye

Buku setebal 288 halaman terbitan Gramedia tahun 2006 ini kedua kalinya gue baca. Awal baca salah satu karya TERE LIYE ini, dulu sekali pas kira-kira aku masih SMP. Maklum, dari dulu gue emang gadis perpus banget lah (info kagak penting). Nah, dulu belum ngerti bener siapa itu Tere Liye.   Nah, pas kemarin liat-liat di perpus, gue liat buku itu. Nah, gue udah baca tuh buku, gue inget banget. Tapi lupa ceritanya, dan ternyata itu karya TERE LIYE.  Jenis novel itu adalah metropop. Jarang-jarang kan tere liye nulis jenis Metropop. Jadi gue baca lagi dan ternyata bagus. Meskipun buku ini adalah jenis metropop, dari dulu Tere Liye emang udah punya ciri khas. Meskipun di buku berjenis Metropop, itu pun masih Tere Liye banget. Dan ini buku yang gue sebut sebagai metropop sopan. Kenapa, yaa meskipun metropop, yang menceritakan tentang berbagai lika-liku permasalahan orang-orang metropolitan dengan segala life stylenya, bagi orang desa   nan sederhana kayak gue, life s...

Rejeki yang tersembunyi

sumber : google Rejeki itu bisa berupa apa saja. Diberi tetangga dan teman yang baik. Diberi kemudahan dalam urusan. Diberi kenikmatan tidur dan makan. Diberi bantuan tiba tiba ketika kita sangat membutuhkan. Itu semua rejeki menurut saya. Pernah baca dan kembali mengulang ceramah Ustad Salim A Fillah tentang rejeki. Rejeki itu bukan dari gaji. Gaji besar belum tentu itu adalah rejeki kita.  Seorang pengusaha dengan omset ratusan juta rupiah per bulan. Dia mampu beli kasur termahal dan ternyaman di dunia, tapi dia hanya bisa tidur di lantai dengan alas tiker buatan Muntilan. Dia diundang ke berbagai kota disewakan hotel yang mahal dan nyaman namun ketika tidur, ia membuka tas ranselnya dan mengeluarkan tiker lipet yang selalu dia bawa. Digelarlah tiker itu di lantai, dan tidurlah ia dengan lelap.Ya begitulah, rejekinya memang begitu.  Ada juga seseorang yang kaya raya bisa beli makanan apapun yang mahal dengan hartanya. Namun dia tidak bisa menikmatinya. Kena...

Selamat Datang 2019

2018 terasa kosong 2018 terasa hampa Tak ada pencapaian Karena tak ada yg ingin dicapai Tak seru Tak ada gairah Terasa flat Maka di tahun 2019 ini Harus punya target Harus punya keinginan kuat Terutama dalam hal ibadah Rumah di dunia ada Tapi merobohkan tempat tinggal di akhirat sana Padahal disanalah asal kita Kembali padanya Maka tak akan ada rasa kecewa Ibadah terasa biasa saja Karena tak ada cita cita Hanya Dia Yang bisa mencipta bahagia Hanya Dia yang bisa menghapus segala duka Mencegah semua bencana 2019 stop ghibah Perbanyak ibadah 2019 banyak senyum Kurangi manyun 2019 fokus usaha Hindari foya foya 2019 perbanyak baca Kurangi nonton drama 2019 harus lebih baiqq