Langsung ke konten utama

PERTEMANAN ITU….




Kamu tau kenapa kamu enggak punya temen?

Kamu pikir kamu baik-baik saja dengan semua hal yang dilakukan sendiri.
Kamu suka makan sendirian, jalan sendirian, ngurus segala sesuatu sendirian, padahal sebenarnya kamu akan merasa senang kalau ada teman yang menemani.

Kamu pikir kamu menikmati semua hal yang kamu lakukan sendiri.Kamu pikir, dengan dilakukan semuanya sendiri, itu lebih baik, karena kamu pikir kamu tidak akan merepotkan orang lain untuk dimintai tolong. Tidak, kamu tidak suka sendiri. You don’t like being alone, you just like the idea of being alone. 

Kamu pikir semua baik-baik saja karena kamu memang mampu melakukan semua hal sendirian. Iya, kamu memang bisa mengurus semuanya, tapi aku tidak yakin kamu benar-benar menikmati segalanya sendiri. 

Kamu tau kenapa kamu enggak punya temen?
Bukan karena kamu jahat. Bukan karena kamu menyebalkan. Kamu lihat bukan? Mereka semua senang berteman denganmu (setidaknya itu ditunjukkan dengan sikap mereka yang mempercayakan rahasia-rahasia dan cerita-cerita mereka kepadamu). 

Kamu enggak punya temen karena kamu enggak enakan. Kamu enggak enak mau ngajak temenmu untuk makan, karena kamu takut mereka tidak mau atau tidak suka dengan menu makan yang ingin kamu makan. Kamu tidak enak meminta tolong ke temanmu, karena kamu berpikir itu akan merepotkan temanmu. Kamu tidak enak ketika kamu ingin menceritakan masalah dan keluh kesahmu ke temanmu, karena kamu pikir kamu akan menambahi masalah bagi mereka. 

Padahal sebenarnya, hakikat pertemanan adalah meminta tolong dan dimintai tolong.  Kamu merasakan sendiri bahwa ketika kamu dimintai tolong sebenarnya kamu sendiri merasa senang, senang karena merasa dibutuhkan. Begitu juga dengan temanmu, temanmu itu akan merasa berguna ketika kamu tidak segan-segan meminta tolong kepadanya ketika kamu memang sedang butuh bantuan. Temanmu itu akan merasa berguna ketika kamu juga mempercayainya dengan tidak segan-segan berbagi cerita ketika kamu memang butuh cerita. Itulah pertemanan. Meskipun, harus diingat bahwa pertemanan tidak pernah perhitungan, itu terjadi secara otomatis jika kamu berteman. 

Ada yang bilang, dalam pertemanan tidak ada kata maaf dan terima kasih. Kenapa? Karena seorang teman akan selalu memaafkan dan mengingatkan temannya ketika temannya salah, dan seorang teman memang seharusnya saling membantu, da nada ketika temannya butuhkan teman. Itu kenapa, tidak ada kata “maaf dan terima kasih” dalam pertemanan.
Panjang lebar aku menjelaskan. Sekarang, tau kenapa kamu merasa tidak punya teman padahal ada banyak orang disekitarmu yang menyayangimu? 

@ayufialfarisi, Ambarawa, 30 januari 2015


Komentar

Paling sering dibaca

The Gogons “James and the incredible incidents” by Tere Liye

Buku setebal 288 halaman terbitan Gramedia tahun 2006 ini kedua kalinya gue baca. Awal baca salah satu karya TERE LIYE ini, dulu sekali pas kira-kira aku masih SMP. Maklum, dari dulu gue emang gadis perpus banget lah (info kagak penting). Nah, dulu belum ngerti bener siapa itu Tere Liye.   Nah, pas kemarin liat-liat di perpus, gue liat buku itu. Nah, gue udah baca tuh buku, gue inget banget. Tapi lupa ceritanya, dan ternyata itu karya TERE LIYE.  Jenis novel itu adalah metropop. Jarang-jarang kan tere liye nulis jenis Metropop. Jadi gue baca lagi dan ternyata bagus. Meskipun buku ini adalah jenis metropop, dari dulu Tere Liye emang udah punya ciri khas. Meskipun di buku berjenis Metropop, itu pun masih Tere Liye banget. Dan ini buku yang gue sebut sebagai metropop sopan. Kenapa, yaa meskipun metropop, yang menceritakan tentang berbagai lika-liku permasalahan orang-orang metropolitan dengan segala life stylenya, bagi orang desa   nan sederhana kayak gue, life s...

Rejeki yang tersembunyi

sumber : google Rejeki itu bisa berupa apa saja. Diberi tetangga dan teman yang baik. Diberi kemudahan dalam urusan. Diberi kenikmatan tidur dan makan. Diberi bantuan tiba tiba ketika kita sangat membutuhkan. Itu semua rejeki menurut saya. Pernah baca dan kembali mengulang ceramah Ustad Salim A Fillah tentang rejeki. Rejeki itu bukan dari gaji. Gaji besar belum tentu itu adalah rejeki kita.  Seorang pengusaha dengan omset ratusan juta rupiah per bulan. Dia mampu beli kasur termahal dan ternyaman di dunia, tapi dia hanya bisa tidur di lantai dengan alas tiker buatan Muntilan. Dia diundang ke berbagai kota disewakan hotel yang mahal dan nyaman namun ketika tidur, ia membuka tas ranselnya dan mengeluarkan tiker lipet yang selalu dia bawa. Digelarlah tiker itu di lantai, dan tidurlah ia dengan lelap.Ya begitulah, rejekinya memang begitu.  Ada juga seseorang yang kaya raya bisa beli makanan apapun yang mahal dengan hartanya. Namun dia tidak bisa menikmatinya. Kena...

Selamat Datang 2019

2018 terasa kosong 2018 terasa hampa Tak ada pencapaian Karena tak ada yg ingin dicapai Tak seru Tak ada gairah Terasa flat Maka di tahun 2019 ini Harus punya target Harus punya keinginan kuat Terutama dalam hal ibadah Rumah di dunia ada Tapi merobohkan tempat tinggal di akhirat sana Padahal disanalah asal kita Kembali padanya Maka tak akan ada rasa kecewa Ibadah terasa biasa saja Karena tak ada cita cita Hanya Dia Yang bisa mencipta bahagia Hanya Dia yang bisa menghapus segala duka Mencegah semua bencana 2019 stop ghibah Perbanyak ibadah 2019 banyak senyum Kurangi manyun 2019 fokus usaha Hindari foya foya 2019 perbanyak baca Kurangi nonton drama 2019 harus lebih baiqq