Langsung ke konten utama

Postingan

Nasihat dari Masa Depan

“Sering sekali aku membaca tips dari para penulis senior, dan fakta yang mereka ceritakan adalah bahwa penulis pemula jarang menyelesaikan tulisannya.Berhenti ditengah dan tidak diselesaikan. Lalu, ide baru yang muncul, ditulis lagi dari awal lalu akan berhenti ditengah tanpa selesai. Jadi, plis yup. Selesaikan semua tulisanmu! Selesaikan! Jangan terburu untuk menulis yang baru sebelum kau selesaikan salah satu! Karena tanpa selesainya tulisanmu, semua itu akan jadi barang rongsokan yang tak akan pernah dibaca oleh orang lain. Apalagi mendapat kritik. Nah, pengen tau rasanya dikritik dan dikomentari tulisanmu kan? Meskipun dengan komentar yang sangat pedas dan menyakitkan hati, setidaknya itu lebih baik. Karena kamu telah melangkah lebih maju. Jadi tolong, please. Tidak akan ada diriku kalau kau tidak menyelesaikan tulisanmu, lalu kamu harus mengirimkan ke penerbit. HARUS! Jadi please, you are my soul, and my reason to be alive . Terpaksa aku harus datang dari masa depan, kar...

Rasa Bersalah

Setiap orang tak suka berada di posisi salah. Benar? Jadi jangan membuat orang selalu merasa bersalah. Setiap orang pernah bersalah, karena tak akan pernah ada orang yang luput dari membuat kesalahan. Jika seseorang pernah membuat kesalahan kepada kita, jika sudah diperbaiki kesalahannya apalagi sudah meminta maaf kepada kita, jangan pernah mengungkit kesalahannya dan membuat orang tersebut selalu merasa bersalah. Meskipun, tak bisa dipungkiri bahwa ada sesuatu kepuasan dalam diri kita ketika kita bisa membuat orang merasa bersalah, dan menunjukkan kita dalam posisi benar. Tapi, percayalah, jika kamu orang yang selalu membuat orang sekitar anda selalu merasa bersalah kepadamu, maka tak aka nada yang betah bersamamu. Jadi, maafkanlah dan jangan membuat orang yang bersalah kepadamu, selalu merasa bersalah. Karena dihantui rasa bersalah itu tidak menyenangkan. Ambarawa, 13 Juli 2015 22 : 28

Pantai Utara

Jepara, 23 Mei 2015 Sebelum liat sendiri dan ngrasain ke pantai utara Jawa, bayangannya udah gak enak duluan. Pantai utara berbeda dengan pantai selatan yang biasanya ombaknya gedhe-gedhe, jadi asyik kan kalau ke pantai trus mainan ombak. Nah, kalau pantai utara, ombaknya kecil, dan lebih tenang, jadi aku berpikir, apa asyiknya ke pantai kalau gak ada ombaknya? Nah, ternyata oh ternyata… Pantai Kartini Destinasi jalan-jalan kali ini ke Jepara nih. Ngomong-ngomong tentang Jepara, aku sering banget ketuker Jepara ama Kudus. Di dalam pikiranku, Jepara ama Kudus itu mirip kayak adek kembar. Yaudahlah lupakan, itu info gak penting ya, lanjut. Kalau denger kata Jepara inget sama tokoh pahlawan Nasional kita, Ibu Kartini. Nah, jadi aku juga berkunjung nih ke pantai Kartini (gak nyambung ya? Bodo ah). Sebenarnya nih ya, tidak ada yang begitu menarik di pantai Kartini, kenapa? Karena gak bisa mainan air hehe, karena pantai Kartini ini semacam pantai Marina di Semarang gitu lah, ka...

RAFTING part 2

16 Mei 2015 Waaaaa….. senang sekali rasanya bisa kembali ngrasain rasanya Rafting.  Kali ini rafting di sungai progo. Kalau kemarin kan masih di level dasar di sungai elo, kalau di sungai Progo katanya sih tingkatan levelnya lebih tinggi. Kalau di sungai ELO kemarin sampai 4 jam perjalanan karena menempuh jarak kurang lebih 18 km, kalau di sungai progo ini, kita hanya harus menempung jarak 9 km jadi sekitar dua jam. Jadi penyusup Well, sebenarnya untuk kesekian kalinya aku jadi penyusup. Kali ini nyusup di gang nya anak-anak Al Khoiriyah (bener gak ya nulisnya), yang ngajakin si Pus, jadi ya lumayan ada kenal beberapa orang 3 orang doang, dan lainnya enggak kenal. Hahaha, kalau gue mah sebenarnya cuek orangnya cuek, jadi kalau ntar gue bakalan krik krik dan gak nyambung ama obrolan mereka, gue bakalan nyaman-nyaman aja, karena pada dasarnya gue terbiasa jalan-jalan sendiri jadi seandainya ntar gue di tempatnya gue bakalan gak nyambung ama mereka gue tetep enjoy aja. (A...

Cangkir dan Kopi

Kualitas kopi tak pernah terpengaruh dengan bentuk cangkirnya. Semewah dan sebagus apapun sebuah cangkir, kualitas kopi tidak akan berubah. Jika memang kopi itu enak, mau diletakkan di cangkir biasa saja pasti akan tetap enak. Begitu juga ketika kopi itu rasanya tidak enak, mau diletakkan di cangkir super mahal dan bagus pun rasanya tidak enak. Mana yang kamu pilih? Pasti memilih kopi yang enak meskipun cangkirnya sangat biasa saja daripada kopi yang dituangkan di cangkir yang indah tapi rasa kopi nya tidak enak kan? Kopi itu ibarat hati manusia. Sebuah hadist mengatakan bahwa ada satu bagian dari manusia, jika bagian itu baik maka baik semua. Bagian itu adalah hati. Kualitas hati yang baik, itulah yang terpenting. Cangkir ibarat pakaian luar, jabatan, status sosial, dan apapun yang bisa terlihat dari luar saja. Apa gunanya jabatan dan status sosial yang bagus jika hati yang didalamnya bobrok? Tak perlu khawatir jika kamu tak punya jabatan yang bagus, harta ...

Sajak RINDU (¿)

By Ayufi Sampaikan rinduku pada kalian, Tak terasa sudah lama kita tak bersua, Diujung malam yang dingin, Aku tetiba pada rasa rindu yang membuncah, Entah, datang dari mana rasa yang tak berlogika ini, Kita tak pernah menciptakan kenangan terlalu banyak, Kita hanya sering berjumpa dalam beberapa kurun waktu yang lalu, Kita tak pernah berbincang terlalu lama, Kita hanya sering menyapa dalam keseharian yang tak pernah putus, Nah, sekarang aku rindu kalian, Aku pun tak tau, Apa jadinya nanti Ketika kita bersua kembali setelah sekian lama, Mungkin, tak akan ada sepatah kata yang terucap, Mungkin, tak akan ada obrolan hangat Dan tak akan ada pelukan erat layaknya seorang kawan lama Tapi, sungguh aku tak pernah mengharapkan sebanyak itu Aku hanya rindu bertemu kalian, Hanya aku saja. Dan kalian tak akan terganggu, Ya, karena kita tak pernah begitu akrab. Apa namanya ini? Rindu (¿) @ayufialfarisi Sajak tengah Malam, 23 : 55 Ambarawa, June 2...

Parenting: Pentingnya Sosok (calon) Ayah yang Baik

(Maaf, judul agak tidak nyambung itu semata karena kesalahan penulis) Kalau kamu mau jadi dokter, itu gampang, ada kok sekolahnya. Mau jadi guru, insyinyur, penyanyi? Gampang, ada kok sekolahnya. Ada satu hal yang tidak ada sekolahnya, padahal semua orang pasti akan mengalaminya (ralat : semua orang normal). Yaitu menjadi orang tua bagi anak-anak kita. Jadi ibu dan dan jadi ayah yang hebat itu tidak ada sekolahnya. Aku memang tidak terlalu paham bagaimana rasanya, tapi dari pengamatan dan crita banyak orang di sekitarku, memang tak mudah menjadi orang tua. Ya memang karena tidak ada sekolahnya. Padahal keluarga dan orang tua lah madrasah pertama bagi anak-anak mereka. Allah menciptkan bayi atau manusia dalam keadaan fitrah dan suci serta cenderung pada kebaikan. Yang menyebabkan seorang anak itu cenderung berperilaku buruk adalah orang tuanya sendiri. Setelah sharing sama seorang ibu rumah tangga yang telah mengikuti seminar parenting, sebut saja dia mbak Amrih, dengan ba...