Langsung ke konten utama

Cinta Lewat Tulisan

Well, honestly...

Aku mengagumi orang yang menulis. Sejak aku membuat blog, dan suka blog walking, tanpa sengaja aku akan menemukan dan tak sengaja singgah di blog blog orang yang tidak aku kenal, tapi aku suka sekali membaca tulisan mereka.

Sedikit banyak, aku menyukai apa yang mereka tulis. Aku suka membaca kisah hidup mereka, aku suka membaca curhatan-curhatan enggak penting mereka, dan aku suka membaca semua tulisan-tulisan mereka. 

Entah apa yang mereka tulis, mungkin itu hal yang enggak penting, tapi aku suka membacanya. Dari sana, dari tulisan itu aku mulai berkenalan dengan mereka yang tidak aku kenal.

Rasanya, aku dengan mudah menobatkan aku pengagum mereka padahal aku tidak tau siapa mereka. Aku hanya kenal lewat tulisan mereka. Rasanya aneh, ketika misalnya, dia yang sudah lama aku baca tulisannya, aku paham betul kisahnya lewat tulisan-tulisannya itu tiba-tiba dia bercerita akan menikah, tiba-tiba cemburu saja rasanya. Aneh kan? Padahal aku sama sekali tidak mengenal dia, dan tidak berhak cemburu sebenarnya. Iya bukan? 

Aku juga khawatir, kalau aku sudah mengagumi tulisan seseorang, aku khawatir aku akan mudah jatuh cinta pada penulisnya.. *ketawaevil *laludilemparsendal. Hmm... bisa saja, hahaha

Apalagi kisah cinta yang aku idamkan adalah kisah cinta diam-diam yang berbicara lewat tulisan. Ini berdasarkan kisah nyata, dan aku ingin seperti itu, eh tepatnya berharap kisah cintaku bakalan seperti itu.. (opo sih cinta cinta )

Ehem, jadi gini ceritanya. Konon ada seorang pemuda, dia baik budinya dan baik pula agamanya, dia seorang aktivis di kampus, dan dia suka nulis. Selanjutnya kita sebut dia Tuan X. Di belahan bumi lain, ada seorang wanita, cantik dan cerdas, dia juga seorang aktivis, dan dia juga suka menulis, dan selanjutnya kita sebut dia Nyonya Y.

Tuan X dan Nyonya Y adalah dua orang yang sama-sama suka nulis di blog. Entah Tuan X itu aslinya udah kenal Nyonya Y dimana dan tau Nyonya Y dari mana. Pokoknya singkat cerita, Tuan X memendam rasa untuk Nyonya Y. Tuan X adalah pemuda yang paham akan agama, jadi sebagai mana agamanya menyuruhnya bersabar sampai tiba waktunya atau putuskan untuk menikah segera. 

Karena, lain dan banyak hal, dia belum siap untuk menikah sehingga dia memutuskan untuk menyimpan rasanya dalam-dalam dan mewujudkannya dalam doa. Menyebut nama Nyonya Y dalam doanya agar mereka dijodohkan. Nyonya Y tidak tau tentan Tuan X, karena memang Tuan X tak pernah menunjukkan apapun. Karena Tuan X memang memendamnya dalam-dalam dan menunggu sampai tiba saatnya.

Nyonya Y sering menulis di blog, begitu juga Tuan X, Tapi,ada yang berbeda dari postingannya Tuan X. Apa yang diposting Tuan Y, selalu mengikuti apa yang di posting Nyonya Y. Tanpa Nyonya Y ketahui, bahwa sesungguhnya postingannya berbalas. dan balasan postingannya itu adalah tulisannya Tuan X yang dia posting di blognya sendiri. Tanpa Nyonya Y ketahui, ada Tuan X yang selama ini diam diam memperhatikannya lewat tulisannya.

Dan ketika Tuan Y sudah siap untuk menggenapkan separuh agamanya, dilamarlah Nyonya Y, dan akhirnya mereka menikah dan hidup bahagia. Apa yang dikatakan Tuan X ke Nyonya Y adalah "aku mencintaimu sejak lama." 

So sweet bukan? Ah, jika aku ceritakan langsung, pasti lebih so sweet. Ini semacam cinta terpendam, cinta dalam diam begitu.. *hahaha korban drama. '

Well, sebenarnya, bukan hanya orang yang menulis aja yang tampak keren dimataku, 
Ada beberapa jenis orang yang tampak keren dimataku yang bisa membuatku kagum selain orang yang menulis, yaitu orang yang banyak membaca, dan orang yang paham sekali tentang kopi. ;)


Ambarawa, 27 Oktober 2014, 21 : 13  


Komentar

  1. hahaha. ciyee postingannya tentang cintaa. ckck
    ketahuan yg suka kopiii #ehh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku kudu gimana ya nanggepinnya?
      hmmm senyum aja deh :D

      Hapus

Posting Komentar

I will be happy reading your comment and response. Tell me what you think please :D

Paling sering dibaca

The Gogons “James and the incredible incidents” by Tere Liye

Buku setebal 288 halaman terbitan Gramedia tahun 2006 ini kedua kalinya gue baca. Awal baca salah satu karya TERE LIYE ini, dulu sekali pas kira-kira aku masih SMP. Maklum, dari dulu gue emang gadis perpus banget lah (info kagak penting). Nah, dulu belum ngerti bener siapa itu Tere Liye.   Nah, pas kemarin liat-liat di perpus, gue liat buku itu. Nah, gue udah baca tuh buku, gue inget banget. Tapi lupa ceritanya, dan ternyata itu karya TERE LIYE.  Jenis novel itu adalah metropop. Jarang-jarang kan tere liye nulis jenis Metropop. Jadi gue baca lagi dan ternyata bagus. Meskipun buku ini adalah jenis metropop, dari dulu Tere Liye emang udah punya ciri khas. Meskipun di buku berjenis Metropop, itu pun masih Tere Liye banget. Dan ini buku yang gue sebut sebagai metropop sopan. Kenapa, yaa meskipun metropop, yang menceritakan tentang berbagai lika-liku permasalahan orang-orang metropolitan dengan segala life stylenya, bagi orang desa   nan sederhana kayak gue, life s...

Rejeki yang tersembunyi

sumber : google Rejeki itu bisa berupa apa saja. Diberi tetangga dan teman yang baik. Diberi kemudahan dalam urusan. Diberi kenikmatan tidur dan makan. Diberi bantuan tiba tiba ketika kita sangat membutuhkan. Itu semua rejeki menurut saya. Pernah baca dan kembali mengulang ceramah Ustad Salim A Fillah tentang rejeki. Rejeki itu bukan dari gaji. Gaji besar belum tentu itu adalah rejeki kita.  Seorang pengusaha dengan omset ratusan juta rupiah per bulan. Dia mampu beli kasur termahal dan ternyaman di dunia, tapi dia hanya bisa tidur di lantai dengan alas tiker buatan Muntilan. Dia diundang ke berbagai kota disewakan hotel yang mahal dan nyaman namun ketika tidur, ia membuka tas ranselnya dan mengeluarkan tiker lipet yang selalu dia bawa. Digelarlah tiker itu di lantai, dan tidurlah ia dengan lelap.Ya begitulah, rejekinya memang begitu.  Ada juga seseorang yang kaya raya bisa beli makanan apapun yang mahal dengan hartanya. Namun dia tidak bisa menikmatinya. Kena...

Selamat Datang 2019

2018 terasa kosong 2018 terasa hampa Tak ada pencapaian Karena tak ada yg ingin dicapai Tak seru Tak ada gairah Terasa flat Maka di tahun 2019 ini Harus punya target Harus punya keinginan kuat Terutama dalam hal ibadah Rumah di dunia ada Tapi merobohkan tempat tinggal di akhirat sana Padahal disanalah asal kita Kembali padanya Maka tak akan ada rasa kecewa Ibadah terasa biasa saja Karena tak ada cita cita Hanya Dia Yang bisa mencipta bahagia Hanya Dia yang bisa menghapus segala duka Mencegah semua bencana 2019 stop ghibah Perbanyak ibadah 2019 banyak senyum Kurangi manyun 2019 fokus usaha Hindari foya foya 2019 perbanyak baca Kurangi nonton drama 2019 harus lebih baiqq