Langsung ke konten utama

Meracau...cacacaca (2)


Tentang Memaknai Kehidupan…

Saya adalah orang yang termasuk optimis dalam memandang kehidupan. Entah, mungkin saya lupa mengapa saya selalu menanamkan nilai positif dalam diri saya. Bahwa apapun yang terjadi merupan sebuah skenario kehidupan, bahwa apapun yang terjadi adalah bagian dari cerita yang menarik dan tentu merupakan sesuatu yang menyenangkan. Dan smeua itu seperti sebuah pengalaman yang seru dan menarik, bahwa memang harus begini mungkin jadinya hidup, karena hidup itu gak seru kalau datar-datar saja, harus ada nanjak, naik dan turun. Itu baru namanya menyenangkan.

Akhir-akhir ini saya sering dijuluki ‘mrs. Sibuk’, sok sibuk dan sebagainya. Sampai yang mengatakan saya ‘kok sibuk banget sih’ ‘ojo sibuk2 to nduk’, itu adalah orang yang tidak terduga, dimana mereka bukanlah orang yang sering bersama-sama saya. Jadi ketika saya diparkiran motor, seorang teman yang tidak satu prodi sama saya, iseng nyeletuk kepada saya ketika saya hendak menyalakan motor, ‘Mrs. Sibuk 2012”. Di lain hari, ketika saya berjalan di depan mbak-mbak penjual jus (bukan tempat jus facorit tapi sering membeli jus disana) bilang ‘wah sibukke, ojo sibuk2 tow nduk”. Kemudian beberapa menit kemudian saya lewat di depan foto copy langganan dan mas Amin (pemilik tempat foto copy) mengatakan hal yang sama, intinya bilang bahwa saya kelihatan sibuk.. (atau sok sibuk?). Kemudian saya berpikir, apakah saya kelihatan sesibuk itukah?

Memang semeester lima ini adalah semester yang paling subhanallah bangetlah. Saya mengambil sks lebih, kemudian kegiatan juga semakin banyak. Entah sudah berapa kali saya membolos, dan lebih parah adalah saya sering telat mengumpulkan tugas. Entah apa yang terjadi dengan diri saya, saya merasa biasa saja jika saya ternyata belum mengerjakan tugas. Hmm..BUKAN karena saya malas mengerjakan, tapi lebih memilih untuk tidak mengerjakan dulu, lalu mengerjakan yang lain dulu (yang menurut saya lebih prioritas). Masalah tanggung jawab saya sebagai anak yang harus mengemban amanah ‘belajar yang rajin’ yaa saya akui, masalah nilai bukanlah hal yang penting bagi saya, yang terpenting adalah ilmu dan mencari pengalaman serta relasi sebanyak-banyaknya. Oleh karena itu terkadang saya terlihat mengesampingkan kuliah, (padahal tidak) karena yang saya cari adalah sesuatu yang lebih besar (halah :D)

Yah,,,,intinya dari semua kicauan yang tidak jelas diatas adalah sebuah penjelasan bahwa saya tidak ingin dibilang sok sibuk, saya tetap punya waktu untuk teman-teman, dan memang saya selalu tidur saat kuliah, (gak ada penjelasan mengenai itu, karena saya juga gak tau mengapa saya sekarang selalu tidur di setiap mata kuliah, entah jam 7 atau jam berapa). Hmm,,,mumpung masih muda, masih belum terikat dengan suatu apapun, masih bebas, dan masih bisa berbuat, bergerak, dan memiliki pemikiran yang independent, saya hanya ingin melakukannya selagi saya masih mahasiswa dan menjadi seorang PEMUDA….

jelek sekalii -_-
*Saya ingin bermanfaat…itu saja..
*suatu ketika saya bermimpi bahwa ketika saya pergi maka banyak yang mengatakan  kepada saya
“senang bisa mengenal dirimu” J
#Semarang, 6 Oktober 2012
#judul gak mencerminkan isinya :D #gak nyambung :D

Komentar

Paling sering dibaca

The Gogons “James and the incredible incidents” by Tere Liye

Buku setebal 288 halaman terbitan Gramedia tahun 2006 ini kedua kalinya gue baca. Awal baca salah satu karya TERE LIYE ini, dulu sekali pas kira-kira aku masih SMP. Maklum, dari dulu gue emang gadis perpus banget lah (info kagak penting). Nah, dulu belum ngerti bener siapa itu Tere Liye.   Nah, pas kemarin liat-liat di perpus, gue liat buku itu. Nah, gue udah baca tuh buku, gue inget banget. Tapi lupa ceritanya, dan ternyata itu karya TERE LIYE.  Jenis novel itu adalah metropop. Jarang-jarang kan tere liye nulis jenis Metropop. Jadi gue baca lagi dan ternyata bagus. Meskipun buku ini adalah jenis metropop, dari dulu Tere Liye emang udah punya ciri khas. Meskipun di buku berjenis Metropop, itu pun masih Tere Liye banget. Dan ini buku yang gue sebut sebagai metropop sopan. Kenapa, yaa meskipun metropop, yang menceritakan tentang berbagai lika-liku permasalahan orang-orang metropolitan dengan segala life stylenya, bagi orang desa   nan sederhana kayak gue, life s...

Rejeki yang tersembunyi

sumber : google Rejeki itu bisa berupa apa saja. Diberi tetangga dan teman yang baik. Diberi kemudahan dalam urusan. Diberi kenikmatan tidur dan makan. Diberi bantuan tiba tiba ketika kita sangat membutuhkan. Itu semua rejeki menurut saya. Pernah baca dan kembali mengulang ceramah Ustad Salim A Fillah tentang rejeki. Rejeki itu bukan dari gaji. Gaji besar belum tentu itu adalah rejeki kita.  Seorang pengusaha dengan omset ratusan juta rupiah per bulan. Dia mampu beli kasur termahal dan ternyaman di dunia, tapi dia hanya bisa tidur di lantai dengan alas tiker buatan Muntilan. Dia diundang ke berbagai kota disewakan hotel yang mahal dan nyaman namun ketika tidur, ia membuka tas ranselnya dan mengeluarkan tiker lipet yang selalu dia bawa. Digelarlah tiker itu di lantai, dan tidurlah ia dengan lelap.Ya begitulah, rejekinya memang begitu.  Ada juga seseorang yang kaya raya bisa beli makanan apapun yang mahal dengan hartanya. Namun dia tidak bisa menikmatinya. Kena...

Selamat Datang 2019

2018 terasa kosong 2018 terasa hampa Tak ada pencapaian Karena tak ada yg ingin dicapai Tak seru Tak ada gairah Terasa flat Maka di tahun 2019 ini Harus punya target Harus punya keinginan kuat Terutama dalam hal ibadah Rumah di dunia ada Tapi merobohkan tempat tinggal di akhirat sana Padahal disanalah asal kita Kembali padanya Maka tak akan ada rasa kecewa Ibadah terasa biasa saja Karena tak ada cita cita Hanya Dia Yang bisa mencipta bahagia Hanya Dia yang bisa menghapus segala duka Mencegah semua bencana 2019 stop ghibah Perbanyak ibadah 2019 banyak senyum Kurangi manyun 2019 fokus usaha Hindari foya foya 2019 perbanyak baca Kurangi nonton drama 2019 harus lebih baiqq