Langsung ke konten utama

Celoteh...cacacacaca

Saya selalu bingung sebenarnya apa bakat saya, apa kemampuan saya. Apakah memang saya mampu melakukan seperti apa yang mereka lakukan? Menjadi hebat, menjadi orang yang menginspirasi banyak orang. Jujur sampai detik ini, saya masih bingung, dan merasa belum menemukan apakah sebenarnya kemampuan saya. Saya masih merasa biasa-biasa saja, dan hmm... apa sih karya saya. Saya punya mimpi, saya punya rencana dan saya punya harapan-harapan ke depan. Tapi, saya masih ragu dan gamang akan semua itu. Apakah semua itu mampu saya lakukan? Apakah semua angan itu akan saya capai. 

Saya sebenarnya juga curiga, apakah keraguan saya itu yang menghalangi saya bertindak, bergerak dan saatnya doing something dan merealisasikan mimpi. Meskipun saya sekuat tenaga memotivasi diri saya sendiri untuk menghilangkan rasa ragu yang cukup menyiksa itu. Tapi, yah tetap saja, ketidak percayaan terhadap kemampuan diri muncul.

Dan kemudian saya juga sudah memikirkan penyebab dari semua itu adalah kesan tidak percaya dari orang lain terhadap diri saya. Sering sekali orang ragu terhadap kemampuan saya. Yah, saya juga tidak bisa mengatakan bahwa saya mampu, tapi rasa tidak percaya yang terus diberikan berdampak tidak baik bagi kepercayaan diri saya. Mungkinkah karena tampang saya yang kurang meyakinkan? Hmm.mungkin bisa saja demikian. (Berarti gak adil dong ya, melihat orang dari sisi luarnya saja). 

Hal itu kemudian berkaitan dengan karakter saya. Satu sisi, saya suka dengan karakter saya, tapi satu sisi saya tidak menyukai karakter saya. Kata orang karakter saya adalah lincah, ceria, imut, lucu, dan jarang sekali marah, kekanakan (mungkin sifat kekanakan itu juga muncul karena dampak dari orang-orang sekitar yang menganggap saya masih kayak anak kecil ---dilihat dari postur tubuh dan babyface <katanya>). karakter demikian menjadikan saya lebih mudah mendapatkan teman dekat atau dengan kata lain mudah membangun relasi dan berteman dengan siapa saja. Siapa yang tidak suka dengan orang yang tertawa ramah, dan sering menyapa  (kata teman-teman saya sih :D). Intinya karakter ceria seperti itu lebih banyak disukai orang. Tetapi di satu sisi yang tidak suka karakter saya yang seperti itu, karena sisi saya yang ceria seperti itu mengurangi sisi kewibaan, sehingga beberapa tidak bisa mempercayakan pekerjaan penting itu kepada saya. 

Ya,, akhirnya saya mengerti bahwa yang harus saya lakukan adalah sebuah PEMBUKTIAN. Proof, bukti..yah..sebanyak-banyaknya. Ambil Kesempatan yang ada. Apapun itu. Jangan takut. dan Cobalah segala sesuatu. belajarlah semua hal... #begitulah yang harus saya lakukan.
Kita lihat beberapa waktu setelah tulisan saya ini, apa yang terjadi dalam diri saya. baiklah..

#selamat berkarya AYUFI
mulai saat ini...buktikan siapa dirimu. Jadi penulis kan? Menulislah tiap hari# (nyemangatin diri sendiri) :D

Semarang, 4 November 2012
:)

Komentar

Paling sering dibaca

The Gogons “James and the incredible incidents” by Tere Liye

Buku setebal 288 halaman terbitan Gramedia tahun 2006 ini kedua kalinya gue baca. Awal baca salah satu karya TERE LIYE ini, dulu sekali pas kira-kira aku masih SMP. Maklum, dari dulu gue emang gadis perpus banget lah (info kagak penting). Nah, dulu belum ngerti bener siapa itu Tere Liye.   Nah, pas kemarin liat-liat di perpus, gue liat buku itu. Nah, gue udah baca tuh buku, gue inget banget. Tapi lupa ceritanya, dan ternyata itu karya TERE LIYE.  Jenis novel itu adalah metropop. Jarang-jarang kan tere liye nulis jenis Metropop. Jadi gue baca lagi dan ternyata bagus. Meskipun buku ini adalah jenis metropop, dari dulu Tere Liye emang udah punya ciri khas. Meskipun di buku berjenis Metropop, itu pun masih Tere Liye banget. Dan ini buku yang gue sebut sebagai metropop sopan. Kenapa, yaa meskipun metropop, yang menceritakan tentang berbagai lika-liku permasalahan orang-orang metropolitan dengan segala life stylenya, bagi orang desa   nan sederhana kayak gue, life s...

Rejeki yang tersembunyi

sumber : google Rejeki itu bisa berupa apa saja. Diberi tetangga dan teman yang baik. Diberi kemudahan dalam urusan. Diberi kenikmatan tidur dan makan. Diberi bantuan tiba tiba ketika kita sangat membutuhkan. Itu semua rejeki menurut saya. Pernah baca dan kembali mengulang ceramah Ustad Salim A Fillah tentang rejeki. Rejeki itu bukan dari gaji. Gaji besar belum tentu itu adalah rejeki kita.  Seorang pengusaha dengan omset ratusan juta rupiah per bulan. Dia mampu beli kasur termahal dan ternyaman di dunia, tapi dia hanya bisa tidur di lantai dengan alas tiker buatan Muntilan. Dia diundang ke berbagai kota disewakan hotel yang mahal dan nyaman namun ketika tidur, ia membuka tas ranselnya dan mengeluarkan tiker lipet yang selalu dia bawa. Digelarlah tiker itu di lantai, dan tidurlah ia dengan lelap.Ya begitulah, rejekinya memang begitu.  Ada juga seseorang yang kaya raya bisa beli makanan apapun yang mahal dengan hartanya. Namun dia tidak bisa menikmatinya. Kena...

Selamat Datang 2019

2018 terasa kosong 2018 terasa hampa Tak ada pencapaian Karena tak ada yg ingin dicapai Tak seru Tak ada gairah Terasa flat Maka di tahun 2019 ini Harus punya target Harus punya keinginan kuat Terutama dalam hal ibadah Rumah di dunia ada Tapi merobohkan tempat tinggal di akhirat sana Padahal disanalah asal kita Kembali padanya Maka tak akan ada rasa kecewa Ibadah terasa biasa saja Karena tak ada cita cita Hanya Dia Yang bisa mencipta bahagia Hanya Dia yang bisa menghapus segala duka Mencegah semua bencana 2019 stop ghibah Perbanyak ibadah 2019 banyak senyum Kurangi manyun 2019 fokus usaha Hindari foya foya 2019 perbanyak baca Kurangi nonton drama 2019 harus lebih baiqq