Langsung ke konten utama

404. #random (2)

Dalam deru angin yang mengaburkan suara-suara yang berteriak, tapi masih kudengar suaramu yang berbisik. Pertanda apakah itu? Dalam segala pikiran yang tak karuan malam ini, tapi masih terbersit kamu di pikiranku. Pertanda apakah ini? Walaupun semua itu hanya bayang semu, tentang mungkin hadirmu calon pangeranku yang nanti akan menjemputku. Siapakah kamu belum jelas dipikiranku. Hanya terbersit saja.
Oh Pangeran akankah engkau pemilik tulang rusuk itu?

#ini tulisan bukan tulisan galau.. Ini hanya cuplikan sebuah cerita yang aku ciptakan sendiri. Kisah tentang sang Putri yang mendambakan pangeran. Padahal, Putri itu baru belasan tahun, tapi sudah dijodohkan oleh sang raja sejak dia kecil... (jangan percaya ini hanya dongeng belaka :D )

==============================

Ditengah rasa yang tidak menentu berbagai konspirasi yang menyusup dalam hati dan pikiran. Sehingga menimbulkan kontroversi hati. Hal ini bukanlah sesuatu yang dapat termaklumkan, karena hal ini bisa mengguncangkan kestabilan otakku. Oh sungguh apa yang harus saya lakukan, untuk menyeimbangkan pikiran yang mulai tak seimbang, pikiran yang begitu tidak proporsional. Ah sungguh,, 

Lagi ngetren dengan EYD yang berantakan dan asal menempelkan kata semaunya. Kagak ada niat mau ikut-ikutan sih, tapi lucu aja bacanya :D

Malem, (pakenya aku kamu atau gue elu, atau saya anda atau apa ya? --- gitu aja ribet)
Ditengah kontroversi hati gue, sebenarnya gue lagi bingung bin galau. Temen-temen gue seangkatan udah pada ngajuin judul dan proposal dan udah dapat dosen pembimbing. Sedangkan gue? Mikir judul aja belum. Temen-temen gue, udah pada go international, ke luar negeri man.. Tapi gue? Masih ngublek-ublek aja di Gunung Pati .. ah payah,

Tapi, itu salah gue sih. Gue sadar bahwa akhir-akhir ini gue kayak orang kehilangan semangat. Dan gak ada mimpi atau keinginan yang pengen gue capai. Jadi, sampai sekarang tak ada satu pun karya yang muncul. Karya terakhir gue, ya cuma dapet medali emas doang. Parah kan? 
ah gue kok malah curhat sih? males banget gak sih -_-" 

#hzzzzzzzzzzzzzzz maaf yeee


=====

Tulisan diatas tersimpan dalam draft, tak terpublish. Jadi ini bukan catatan baru. Untuk paragraf pembuka itu seriusan cuplikan dari dongeng yang aku karang sendiri. :D

Dan sekarang gue lagi proses ngerjain skripsi udah diterima judulnya.semoga cepat selesai. Amin

Ambarawa, 1 juni 2014 
Gak bisa tidur       :o 3:09 am

Komentar

Paling sering dibaca

The Gogons “James and the incredible incidents” by Tere Liye

Buku setebal 288 halaman terbitan Gramedia tahun 2006 ini kedua kalinya gue baca. Awal baca salah satu karya TERE LIYE ini, dulu sekali pas kira-kira aku masih SMP. Maklum, dari dulu gue emang gadis perpus banget lah (info kagak penting). Nah, dulu belum ngerti bener siapa itu Tere Liye.   Nah, pas kemarin liat-liat di perpus, gue liat buku itu. Nah, gue udah baca tuh buku, gue inget banget. Tapi lupa ceritanya, dan ternyata itu karya TERE LIYE.  Jenis novel itu adalah metropop. Jarang-jarang kan tere liye nulis jenis Metropop. Jadi gue baca lagi dan ternyata bagus. Meskipun buku ini adalah jenis metropop, dari dulu Tere Liye emang udah punya ciri khas. Meskipun di buku berjenis Metropop, itu pun masih Tere Liye banget. Dan ini buku yang gue sebut sebagai metropop sopan. Kenapa, yaa meskipun metropop, yang menceritakan tentang berbagai lika-liku permasalahan orang-orang metropolitan dengan segala life stylenya, bagi orang desa   nan sederhana kayak gue, life s...

Rejeki yang tersembunyi

sumber : google Rejeki itu bisa berupa apa saja. Diberi tetangga dan teman yang baik. Diberi kemudahan dalam urusan. Diberi kenikmatan tidur dan makan. Diberi bantuan tiba tiba ketika kita sangat membutuhkan. Itu semua rejeki menurut saya. Pernah baca dan kembali mengulang ceramah Ustad Salim A Fillah tentang rejeki. Rejeki itu bukan dari gaji. Gaji besar belum tentu itu adalah rejeki kita.  Seorang pengusaha dengan omset ratusan juta rupiah per bulan. Dia mampu beli kasur termahal dan ternyaman di dunia, tapi dia hanya bisa tidur di lantai dengan alas tiker buatan Muntilan. Dia diundang ke berbagai kota disewakan hotel yang mahal dan nyaman namun ketika tidur, ia membuka tas ranselnya dan mengeluarkan tiker lipet yang selalu dia bawa. Digelarlah tiker itu di lantai, dan tidurlah ia dengan lelap.Ya begitulah, rejekinya memang begitu.  Ada juga seseorang yang kaya raya bisa beli makanan apapun yang mahal dengan hartanya. Namun dia tidak bisa menikmatinya. Kena...

Selamat Datang 2019

2018 terasa kosong 2018 terasa hampa Tak ada pencapaian Karena tak ada yg ingin dicapai Tak seru Tak ada gairah Terasa flat Maka di tahun 2019 ini Harus punya target Harus punya keinginan kuat Terutama dalam hal ibadah Rumah di dunia ada Tapi merobohkan tempat tinggal di akhirat sana Padahal disanalah asal kita Kembali padanya Maka tak akan ada rasa kecewa Ibadah terasa biasa saja Karena tak ada cita cita Hanya Dia Yang bisa mencipta bahagia Hanya Dia yang bisa menghapus segala duka Mencegah semua bencana 2019 stop ghibah Perbanyak ibadah 2019 banyak senyum Kurangi manyun 2019 fokus usaha Hindari foya foya 2019 perbanyak baca Kurangi nonton drama 2019 harus lebih baiqq