Langsung ke konten utama

Pernah Ada Rasa Kagum Yang Tak Terucap

copas dari seorang sahabatku...Atik Nutul Laila
makasih ya sahabatku.. telah mengirimkan ini padaku...

Pernah Ada Rasa Kagum Yang Tak Terucap
by Kemuslimahan Kamadz Ugm on Wednesday, February 15, 2012 at 8:07am ·
Setiap kita, pasti pernah punya hati yang ternoda. Rasa kagum, ataupun cinta, pasti pernah hadir menyelip di sela-selanya. Tidak apa-apa, itu fitrah. Tapi yang jadi masalah, adalah pilihan kita terhadap tindakan selanjutnya. Apakah rasa itu kita pupuk agar semakin indah, kita diamkan di sudut terdalam, atau kita coba tekan dan redam. Yang pasti, sangat susah untuk menghapusnya begitu saja.

Rasa itu hadir, tak peduli siapa penghuni sang hati. Seorang da’i pun tak lepas dari tamu yang satu ini. Ia, bisa mendatangkan rahmat, jika ia datang pada hati yang tepat. Hati dua insan Allah yang telah mengumandangkan ijab kabul. Tapi ia juga bisa mendatangkan murka, jika ia memancing maksiat, walaupun itu hanya sekedar zinanya hati yang merindu pada ia yang belum halal untukmu.

Memang susah, karena sejatinya ia adalah fitrah. Tapi, bukankah kita sudah ditempa oleh tarbiyah? Kita mengaku sebagai aktivis dakwah. Maka masih pantaskah rasa yang belum halal itu hadir menyemai bunga di hati kita? Saat saudara-saudara kita di Palestina sibuk dengan jihadnya, saat segelintir ulama di Eropa merangkak dalam dakwahnya, apakah kita masih disibukkan oleh ia yang selalu meraja di alam khayal kita? Ia yang selalu menerima sms perhatian kita? Ia yang menodai ikhlas kita dalam amal yang tak seberapa? Naudzubillah.

Betapa durhakanya kita, jika mengganti singgasana yang seharusnya menjadi tempat Rabb Tertinggi, Sang Pemilik Cinta Abadi, dengan ia yang hanya manusia biasa. Betapa durhakanya kita, jika demi meng-sms-nya kita pertaruhkan larangan Rabb kita. Betapa durhakanya kita, mengkhianati Sang Pemberi semua cinta di sekeliling kita.
Ingatkah kita, tentang salah satu perang Rasulullah yang menuai kekalahan hanya karena salah seorang prajuritnya tak melaksanakan siwak, yang nyatanya hanyalah sebuah sunnah. Ingatkah kita, bahwa prajurit-prajurit yang menemani perang Rasulullah adalah mereka yang malam-malamnya ditempa dengan sujud-sujud panjang, jauh dari maksiat sekecil apapun. Lalu apa harapan kita, pada dakwah yang diusung oleh orang-orang yang hati dan sikapnya ternoda?

* * *

Pernah, seorang akhwat bercerita padaku, tentang mantannya yang sudah jadi ikhwan (benarkah?). Ia masih sering mengirimkan sms pada temanku, dengan panggilan “adikku”, dengan nada-nada yang mencerminkan perhatian. Sungguh, aku tertawa dalam hati. Betapa munafiknya lelaki itu, membohongi dunia dengan penampilan ikhwannya. Tak ada artinya kau ingin orang lain menilaimu sebagai seorang alim, lalu tak pedulikan penilaian Allah padamu?
Untukmu dan juga untukku, dan semua yang mengaku aktivis dakwah. Kita yang seharusnya menjadi barisan terdepan untuk mengingatkan orang-orang, tentang cinta hakiki Ilahi Rabbi. Bukan barisan terdepan dalam daftar yang “berguguran di jalan dakwah”.

Memang susah, karena sejatinya ia fitrah. Tapi cobalah bertahan, jaga sikap dan pandangan. Atau segerakanlah pernikahan, atau berpuasalah. Yang pasti, jika kita bertahan dalam puasa hati yang panjang ini, Allah kan menghadirkan pembuka yang istimewa, yang didapatkan dengan perjuangan dalam menjaga, dan ridho-Nya…sudah pasti menaungi rumah tangga kita. Ingat kisah Ali dan Fatimah? Bukankah kisah cinta mereka seharusnya menjadi teladan. Saat ijab Kabul telah diucapkan, ada rahasia yang terbuka. Bahwa satu sama lain telah pernah saling mengagumi. Tetapi subhanallah, begitu besar penjagaan mereka terhadap hati yang rapuh, hingga syaithan pun tak berhasil meraba, ada cinta yang pernah ada. Dan saksikanlah, siapa yang memperjuangkan cinta mereka. Allah, Sang Maha Segala. Betapa indah, bahkan langit pun menjadi saksi.

Sri Efriyanti, Medan

Komentar

Paling sering dibaca

The Gogons “James and the incredible incidents” by Tere Liye

Buku setebal 288 halaman terbitan Gramedia tahun 2006 ini kedua kalinya gue baca. Awal baca salah satu karya TERE LIYE ini, dulu sekali pas kira-kira aku masih SMP. Maklum, dari dulu gue emang gadis perpus banget lah (info kagak penting). Nah, dulu belum ngerti bener siapa itu Tere Liye.   Nah, pas kemarin liat-liat di perpus, gue liat buku itu. Nah, gue udah baca tuh buku, gue inget banget. Tapi lupa ceritanya, dan ternyata itu karya TERE LIYE.  Jenis novel itu adalah metropop. Jarang-jarang kan tere liye nulis jenis Metropop. Jadi gue baca lagi dan ternyata bagus. Meskipun buku ini adalah jenis metropop, dari dulu Tere Liye emang udah punya ciri khas. Meskipun di buku berjenis Metropop, itu pun masih Tere Liye banget. Dan ini buku yang gue sebut sebagai metropop sopan. Kenapa, yaa meskipun metropop, yang menceritakan tentang berbagai lika-liku permasalahan orang-orang metropolitan dengan segala life stylenya, bagi orang desa   nan sederhana kayak gue, life s...

Rejeki yang tersembunyi

sumber : google Rejeki itu bisa berupa apa saja. Diberi tetangga dan teman yang baik. Diberi kemudahan dalam urusan. Diberi kenikmatan tidur dan makan. Diberi bantuan tiba tiba ketika kita sangat membutuhkan. Itu semua rejeki menurut saya. Pernah baca dan kembali mengulang ceramah Ustad Salim A Fillah tentang rejeki. Rejeki itu bukan dari gaji. Gaji besar belum tentu itu adalah rejeki kita.  Seorang pengusaha dengan omset ratusan juta rupiah per bulan. Dia mampu beli kasur termahal dan ternyaman di dunia, tapi dia hanya bisa tidur di lantai dengan alas tiker buatan Muntilan. Dia diundang ke berbagai kota disewakan hotel yang mahal dan nyaman namun ketika tidur, ia membuka tas ranselnya dan mengeluarkan tiker lipet yang selalu dia bawa. Digelarlah tiker itu di lantai, dan tidurlah ia dengan lelap.Ya begitulah, rejekinya memang begitu.  Ada juga seseorang yang kaya raya bisa beli makanan apapun yang mahal dengan hartanya. Namun dia tidak bisa menikmatinya. Kena...

Selamat Datang 2019

2018 terasa kosong 2018 terasa hampa Tak ada pencapaian Karena tak ada yg ingin dicapai Tak seru Tak ada gairah Terasa flat Maka di tahun 2019 ini Harus punya target Harus punya keinginan kuat Terutama dalam hal ibadah Rumah di dunia ada Tapi merobohkan tempat tinggal di akhirat sana Padahal disanalah asal kita Kembali padanya Maka tak akan ada rasa kecewa Ibadah terasa biasa saja Karena tak ada cita cita Hanya Dia Yang bisa mencipta bahagia Hanya Dia yang bisa menghapus segala duka Mencegah semua bencana 2019 stop ghibah Perbanyak ibadah 2019 banyak senyum Kurangi manyun 2019 fokus usaha Hindari foya foya 2019 perbanyak baca Kurangi nonton drama 2019 harus lebih baiqq